Ringkasan Berita:
- Pada 28 Januari 2026, terdapat 4 peringatan penting di tingkat internasional.
- Empat peringatan penting ini yaitu International LEGO Day, Data Privacy Day, International Reducing CO₂ Emissions Day, dan Pop Art Day.
- Keempat peringatan penting pada 28 Januari 2026 mewakili isu global yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern.
TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 28 Januari 2026 tidak hanya menandai satu hari dalam kalender, tetapi juga memiliki peringatan penting.
Pada tanggal ini, berbagai peringatan internasional diperingati secara bersamaan, mencerminkan isu-isu krusial yang mencakup kreativitas, perlindungan data pribadi, kepedulian terhadap lingkungan, serta perkembangan seni dan budaya.
Peringatan pertama adalah International LEGO Day, sebuah hari yang merayakan kekuatan imajinasi dan kreativitas melalui mainan sederhana bernama LEGO.
Balok kecil ini bukan sekadar alat bermain, tetapi juga simbol pembelajaran, inovasi, dan kemampuan manusia untuk membangun sesuatu dari potongan-potongan kecil menjadi karya besar.
Di hari yang sama, dunia juga memperingati Data Privacy Day, yang menyoroti pentingnya menjaga keamanan informasi pribadi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Peringatan ini mengingatkan bahwa di balik kemudahan internet dan media sosial, terdapat risiko penyalahgunaan data yang menuntut kewaspadaan dan literasi digital dari setiap individu.
Selanjutnya, International Reducing CO₂ Emissions Day hadir sebagai seruan global untuk meningkatkan kepedulian terhadap krisis iklim.
Hari ini menekankan urgensi pengurangan emisi karbon demi menjaga keseimbangan alam, melindungi generasi mendatang, serta memastikan bumi tetap layak huni di masa depan.
Tak kalah penting, Pop Art Day menjadi ruang perayaan bagi seni yang lahir dari budaya populer.
Gerakan seni ini membuktikan bahwa keindahan dapat ditemukan dalam keseharian dari iklan, komik, hingga media massa dan bahwa seni mampu merekam dinamika zaman dengan cara yang berani dan membumi.
Baca juga: Tanggal 16 Februari 2026 Apakah Libur? Cek SKB 3 Menteri
4 Peringatan Penting pada 28 Januari 2026
1. International LEGO Day (Hari LEGO Internasional)
LEGO telah menemani imajinasi manusia selama puluhan tahun, membuktikan bahwa bermain dan belajar bisa berjalan beriringan.
Hari LEGO Internasional diperingati setiap 28 Januari untuk mengenang momen penting ketika Godtfred Kirk Christiansen, seorang pengrajin asal Denmark, mendaftarkan paten bata LEGO modern pada tahun 1958.
Meski begitu, cikal bakal balok plastik LEGO sebenarnya sudah muncul sejak 1949, dikutip dari daysoftheyear.com.
Keunikan LEGO terletak pada sistem penguncinya.
Tidak seperti balok mainan lainnya, setiap keping LEGO dirancang agar saling mengait dengan kuat, namun tetap mudah dibongkar pasang.
Inovasi ini menjadikan LEGO tahan lama, fleksibel, dan mampu membangun struktur kompleks.
Menariknya, LEGO bukan sekadar satu produk, melainkan sebuah sistem bermain.
Godtfred mematenkan konsep penggunaan banyak keping secara bersamaan, sehingga melindungi ide LEGO dari peniruan dan memastikan konsistensi kualitas.
Perusahaan LEGO sendiri telah berdiri sejak 1932, awalnya memproduksi mainan kayu.
Nama LEGO diambil dari frasa Denmark “Leg Godt” yang berarti “bermain dengan baik”. Filosofi ini masih terasa hingga kini.
Keputusan berani LEGO membeli mesin cetak injeksi plastik di era awal menjadikannya pelopor mainan plastik modern.
Dalam waktu kurang dari dua dekade, LEGO berkembang menjadi merek global yang produknya tersebar di puluhan negara.
Hingga kini, LEGO tak hanya dikenal sebagai mainan, tetapi juga sebagai sarana edukasi, seni, dan rekayasa.
2. Data Privacy Day (Hari Privasi Data)
Di era digital, data pribadi adalah aset berharga.
Nama, alamat, nomor telepon, hingga kebiasaan daring dapat menjadi sasaran penyalahgunaan jika tidak dijaga dengan baik. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi peringatan Data Privacy Day setiap 28 Januari.
Peringatan ini bermula dari keputusan Dewan Eropa pada 2006 yang mengacu pada Konvensi 108, sebuah perjanjian internasional pertama yang membahas perlindungan data pribadi.
Setahun kemudian, pada 2007, Hari Perlindungan Data mulai dirayakan secara luas di Eropa, dikutip dari National Today.
Gaungnya semakin kuat ketika Amerika Serikat secara resmi menetapkan Hari Privasi Data Nasional pada 2009.
Sejak saat itu, peringatan ini diakui secara global dan didukung oleh berbagai lembaga pemerintah, organisasi pendidikan, hingga perusahaan teknologi.
Tujuan utama hari ini adalah mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan data mereka sendiri mulai dari penggunaan kata sandi yang kuat, kehati-hatian terhadap phishing, hingga memahami kebijakan privasi platform digital.
3. International Reducing CO₂ Emissions Day (Hari Internasional Pengurangan Emisi CO₂)
Perubahan iklim bukan isu baru.
Sejak akhir abad ke-19, para ilmuwan telah memperingatkan dampak peningkatan karbon dioksida terhadap suhu bumi.
Salah satu tokoh awalnya adalah Svante Arrhenius, yang pada 1896 memprediksi hubungan antara CO₂ dan pemanasan global, dikutip dari https://ecohireltd.co.uk/.
Temuan ini diperkuat oleh ilmuwan lain seperti Guy Callendar pada 1938, yang mengaitkan emisi karbon dari aktivitas manusia dengan kenaikan suhu bumi.
Bahkan jauh sebelumnya, Joseph Fourier telah mengungkap konsep efek rumah kaca sebagai “selimut” alami yang menjaga suhu bumi.
Seiring waktu, dampak pemanasan global semakin nyata: permukaan laut naik, kekeringan meluas, kebakaran hutan meningkat, dan krisis air bersih makin terasa.
Dunia internasional pun mulai bergerak, salah satunya melalui Protokol Kyoto (1997) dan Perjanjian Paris (2015).
Perjanjian Paris menjadi tonggak penting karena mengikat hampir seluruh negara di dunia untuk menekan laju emisi gas rumah kaca dan menargetkan kondisi netral iklim pada pertengahan abad ini.
Hari Internasional Pengurangan Emisi CO₂ hadir sebagai ajakan kolektif agar setiap orang berkontribusi sekecil apa pun dalam menjaga bumi, mulai dari menghemat energi, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, hingga memilih gaya hidup ramah lingkungan.
4. Pop Art Day
Seni tidak selalu hadir di galeri mewah.
Ia hidup di poster iklan, komik, televisi, hingga wajah selebritas yang menghiasi media massa.
Inilah semangat Pop Art, sebuah gerakan seni yang merayakan budaya populer dan kehidupan sehari-hari.
Pop Art muncul pada pertengahan abad ke-20 di Inggris dan Amerika Serikat sebagai respons terhadap seni tradisional yang dianggap terlalu jauh dari realitas masyarakat.
Para seniman muda kala itu ingin menghadirkan seni yang lebih dekat, lebih berani, dan lebih relevan.
Ciri khas Pop Art terlihat jelas: warna-warna cerah, garis tegas, tipografi besar, serta tema yang diambil dari iklan, komik, dan media massa.
Karya-karya ini menantang batas antara seni “tinggi” dan budaya populer.
Meski tergolong modern, Pop Art tetap menjadi bagian dari evolusi panjang seni manusia, yang telah dimulai sejak lukisan gua prasejarah ribuan tahun lalu, melewati era Renaisans, hingga akhirnya tiba pada seni kontemporer.
(Tribunnews.com/Farra)
Baca tanpa iklan