News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BMKG Tegaskan OMC Bukan Pemicu Cuaca Tidak Stabil

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MODIFIKASI CUACA - Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di Indonesia merupakan langkah mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di Indonesia merupakan langkah mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains, bukan penyebab cuaca menjadi tidak stabil sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

OMC dijalankan sebagai respons paralel terhadap menurunnya daya dukung lingkungan serta meningkatnya ancaman perubahan iklim yang memicu hujan ekstrem. 

BMKG menekankan bahwa teknologi ini bertujuan melindungi masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi, bukan menciptakan bencana baru.

BMKG menyatakan secara tegas bahwa implementasi OMC dilakukan untuk mengelola curah hujan agar sesuai dengan kemampuan lingkungan saat ini, terutama di wilayah rentan banjir.

Narasi “Bom Waktu” OMC Dinilai Keliru Secara Sains

Belakangan, beredar narasi di media sosial yang menyebut OMC sebagai “bom waktu” karena dinilai berisiko memicu cuaca tidak stabil, membentuk cold pool atau kolam dingin, hingga memindahkan hujan ke wilayah lain dan menyebabkan banjir besar.

BMKG menilai narasi tersebut sebagai kekeliruan pemahaman ilmiah. 

Salah satu isu yang disorot adalah fenomena cold pool yang kerap dikaitkan sebagai dampak negatif OMC.

BMKG menjelaskan bahwa cold pool sepenuhnya merupakan fenomena meteorologi alami yang terbentuk ketika air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara, lalu menciptakan massa udara dingin yang jatuh ke permukaan.

“Setiap kali terjadi hujan secara alami, tanpa campur tangan manusia, cold pool pasti terbentuk secara alami,” tulis BMKG pada siaran pers yang diterima, Rabu (28/1/2026). 

Karena itu, mengaitkan fenomena ini sebagai efek samping berbahaya dari OMC dinilai tidak tepat secara sains.

OMC Tidak Menumbuhkan Awan Baru

BMKG menekankan bahwa OMC dengan teknik penyemaian awan tidak menumbuhkan awan baru, melainkan hanya bekerja pada awan yang sudah terbentuk secara alami dan telah jenuh.

Jika OMC berhasil mempercepat turunnya hujan, maka secara logis akan terbentuk cold pool yang identik, baik secara fisik maupun kimiawi, dengan cold pool dari hujan alami.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini