News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BMKG Tegaskan OMC Bukan Pemicu Cuaca Tidak Stabil

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MODIFIKASI CUACA - Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di Indonesia merupakan langkah mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains

Dari sisi skala energi, BMKG juga menegaskan bahwa teknologi manusia saat ini belum mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar. 

Melalui OMC, manusia hanya memicu proses alami pada awan yang sudah ada, bukan membangun sistem pendingin atmosfer raksasa.

BMKG menegaskan bahwa tujuan OMC adalah mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat dengan menambah atau mengurangi curah hujan, “bukan pemicu cuaca tidak stabil.”

Tidak Memindahkan Hujan ke Wilayah Lain

Menanggapi tudingan bahwa OMC memindahkan hujan ke wilayah tetangga dan berpotensi menyebabkan banjir, BMKG menjelaskan bahwa terdapat dua metode utama yang digunakan untuk melindungi wilayah strategis.

Metode pertama adalah Jumping Process Method, yakni penyemaian awan yang terdeteksi berasal dari laut sebelum mencapai daratan agar hujan jatuh di perairan.

Metode kedua adalah Competition Method, yang dilakukan pada awan yang tumbuh langsung di atas daratan. 

Penyemaian dilakukan sejak dini untuk mengganggu pertumbuhan awan agar tidak berkembang menjadi awan Cumulonimbus yang masif, sehingga intensitas hujan dapat diluruhkan.

BMKG menegaskan bahwa metode ini tidak bertujuan memindahkan hujan ke pemukiman lain, melainkan mengurangi risiko hujan ekstrem di wilayah padat.

OMC Bukan Solusi Tunggal di Tengah Krisis Lingkungan

BMKG mengakui bahwa banjir tidak hanya ditentukan oleh curah hujan, tetapi juga oleh kemampuan lingkungan dalam merespons air hujan yang jatuh. 

Fakta hilangnya sekitar 800 situ di Jabodetabek sejak 1930-an disebut sebagai salah satu faktor utama berkurangnya daerah resapan air.

Karena itu, BMKG menilai penataan lingkungan tetap menjadi kunci utama penanganan banjir. 

Namun, di tengah keterbatasan daya tampung lingkungan saat ini, upaya pengurangan curah hujan melalui OMC tetap diperlukan secara paralel.

BMKG menegaskan tidak ada kepentingan logis bagi pemerintah untuk menciptakan cuaca buruk yang merugikan ekonomi atau membahayakan masyarakat. 

OMC diposisikan sebagai alat bantu pengelolaan risiko cuaca di tengah tantangan perubahan iklim yang kian nyata.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini