TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Kebijakan Publik, Yanuar Nugroho, merasa prihatin saat mendengar ucapan Presiden Prabowo Subianto yang ingin membuka kampus kedokteran dan teknik gratis.
Hal tersebut disampaikan oleh Prabowo saat meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan kampus-kampus kedokteran dan teknik itu akan digratiskan untuk anak-anak Indonesia dan biayanya akan ditanggung oleh negara.
Namun, menurut Yanuar, hal tersebut kurang tepat karena saat ini kampus-kampus di Indonesia sudah ada banyak.
"Saya kemarin agak miris mendengar misalnya Bapak Presiden mengatakan saya akan membuka kampus-kampus teknik dan kampus-kampus kedokteran kemudian semuanya siswa gratis, mahasiswanya akan gratis, kemudian biaya APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia) itu," ucap Yanuar, dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, Kamis (29/1/2026).
Menurut Yanuar, daripada tambah kampus, Prabowo tinggal memberikan beasiswa saja untuk anak-anak bangsa, agar mereka semua bisa menerima pendidikan gratis.
Namun, kata Yanuar, tidak ada seorang pun yang berani mengucapkan hal demikian di hadapan Prabowo.
Yanuar pun hanya bisa berharap, pembukaan kampus kedokteran dan teknik gratis itu tidak terealisasi.
"Mudah-mudahan dan saya berharap itu tidak dijalankan, justru yang dijalankan adalah memberikan tambahan beasiswa agar anak bisa sekolah," kata mantan Deputi Kantor Staf Presiden tersebut.
Dalam pidatonya itu, Prabowo berkali-kali menekankan pentingnya keberanian mengambil langkah besar dalam pembangunan, terutama di sektor pendidikan.
Dia menyampaikan bahwa negara tidak boleh membiarkan anak-anak dari desil ekonomi terbawah kehilangan peluang karena kondisi keluarga.
Baca juga: Prabowo Perintahkan Tambah Kampus dan Kuota Fakultas Kedokteran Untuk Tutup Kekurangan Dokter
"Jangan kau kecil hati, jangan kau malu orang tuamu hanya buruh atau hanya petani miskin atau hanya tukang pemulung. Mereka mulia, mereka kerja keras, halal bekerja dengan keringat untuk masa depanmu," jelasnya.
Prabowo pun menyampaikan bahwa pendidikan harus menjadi alat untuk menghapus kemiskinan ekstrem.
Karena itu, kata Prabowo, negara wajib memastikan akses pendidikan tinggi terbuka tanpa biaya bagi anak-anak dari kelompok rentan.
Baca tanpa iklan