Para pembuat roti Prancis kemudian menciptakan versi yang lebih mewah dan lezat, sehingga lahirlah croissant seperti yang kita kenal saat ini.
Secara dasar, croissant merupakan kue sarapan berbahan pâte feuilletée, adonan terigu lembut yang terdiri dari tepung terigu, ragi, mentega, susu, dan garam.
3. National Fun at Work Day
Di akhir Januari, tepatnya Jumat terakhir, dunia kerja merayakan National Fun at Work Day, atau Hari Seru di Tempat Kerja Nasional.
Tujuan utama hari ini adalah melawan kebosanan dan menjaga suasana kerja tetap menyenangkan.
Sejak dulu, orang-orang telah menemukan berbagai cara untuk membuat waktu kerja lebih menyenangkan, termasuk melalui lagu-lagu kerja, seperti lagu pelaut atau sea shanties, yang membantu menjaga ritme kerja dan semangat tim.
Di era modern, metode bersenang-senang di tempat kerja berkembang dengan berbagai ide kreatif, mulai dari acara liburan perusahaan hingga pertempuran Nerf Gun mendadak ala Google atau Microsoft.
Menurut American Psychological Association, stres dapat merugikan perusahaan di AS hingga 300 miliar USD per tahun, sehingga menjaga moral karyawan tetap tinggi bukan hanya menyenangkan, tetapi juga penting secara produktivitas.
Baca juga: Mengenang Sosok Jane Goodall, Ahli Primata dan Konservasionis yang Pernah Jadi Utusan Perdamaian PBB
4. School Day of Non-Violence and Peace (DENIP)
Hari ini juga menjadi momen penting bagi pendidikan, yakni School Day of Non-Violence and Peace atau DENIP. Hari ini dirintis oleh Llorenç Vidal, seorang penyair, pendidik, dan pasifis Spanyol, sebagai upaya menciptakan sekolah sebagai tempat di mana generasi muda belajar tentang perdamaian dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan.
DENIP ditetapkan setiap tanggal 30 Januari untuk memperingati wafatnya Mahatma Gandhi, simbol perdamaian dunia.
Vidal memulai gerakan ini di kota kelahirannya, Majorca, dan sejak itu DENIP telah berkembang menjadi inisiatif global yang independen, sukarela, dan non-pemerintah.
Sekolah di seluruh dunia merayakan DENIP dengan kegiatan yang menekankan toleransi, solidaritas, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan hidup berdampingan secara damai.
Peringatan ini mengajarkan bahwa pendidikan bukan hanya soal ilmu, tetapi juga soal membentuk generasi yang menghargai perdamaian dan mengutamakan solusi tanpa kekerasan.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Hari Primata Indonesia
Baca tanpa iklan