Selain itu, Kasman juga menganggap Prabowo tidak memiliki tidak empati karena pernyataannya tersebut disampaikan setelah tiga provinsi di Sumatra dilanda bencana banjir bandang dan longsor.
Di mana, salah satu penyebab terjadinya bencana tersebut yakni alih fungsi hutan menjadi lahan kelapa sawit.
"Pernyataan Prabowo Subianto terkait Indonesia harus bersyukur karena memiliki sawit adalah narasi yang memperlihatkan dirinya sama sekali tidak memiliki empati kepada korban bencana Sumatra."
"Selain itu, narasi ini memiliki muatan yang bertujuan untuk menyelamatkan bisnisnya sendiri," katanya Kasman kepada Tribunnews.com pada 6 Desember 2025 lalu.
Kasman mengungkapkan jika memang Prabowo merupakan sosok pemimpin yang memiliki empati, maka seharusnya pernyataannya tersebut tidak terlontar darinya di saat bencana di Sumatra diduga kuat akibat pertambangan dan alih fungsi hutan menjadi lahan sawit.
"Jika Prabowo sungguh berdiri untuk rakyat, Prabowo tidak akan mengeluarkan kalimat yang mana objek dari kalimat itu merupakan hal yang memperpanjang derita warga. Harusnya Prabowo mengakui dan meminta maaf kepada rakyat Indonesia," ujarnya.
Baca juga: 5 Fakta Haji Halim Crazy Rich Palembang: Pengusaha Sawit hingga Tambang, Meninggal Dunia usai Kritis
Di sisi lain, menurut laporan JATAM, Prabowo memiliki bisnis di sektor ekstraktif seperti pertambangan, energi, dan kelapa sawit.
Contohnya, Prabowo merupakan pemilik dari PT Nusantara Energy yang bergerak di sektor pertambangan batu bara dan kelapa sawit.
"Perusahaan ini menjadi perusahaan utama Prabowo yang membawahi 27 perusahaan yang bergerak di dalam maupun luar negeri," kata Kasman.
Selain itu, JATAM juga melaporkan bisnis Prabowo lainnya yang bergerak di sektor perkebunan, perhutanan, dan pengolahan kertas.
Salah satunya yakni PT Tusam Hutani Lestari (THL) yang berdasarkan laporan JATAM telah mengantongi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) hingga tahun 2035.
Adapun perusahaan ini bergerak di bidang pemanfaatan hasil kayu, hasil non kayu, pengembangan industri, dan ekowisata.
"Prabowo tercatat sebagai pemilik PT Tusam Hutani Lestari (THL) yang beroperasi di Aceh Tengah, Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Utara, Provinsi Aceh.
"PT THL memiliki Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Tanaman Industri berdasarkan SK.556/KPTSLL/1997 dengan luas area kerja 97.300 hektar di mana izin tersebut berakhir pada 14 Mei 2035," katanya.
Baca juga: Perdagangan Indonesia dan Pakistan Tumbuh Positif, Minyak Kelapa Sawit Jadi Komoditas Utama
Kasman menyebut perusahan THL diduga kuat menjadi penyebab terjadinya banjir bandang di Sumatra.
Baca tanpa iklan