Ringkasan Berita:
- Abraham Samad sempat kritik kasus korupsi timah dalam pertemuannya bersama sejumlah tokoh dengan Presiden Prabowo di Kertanegara, Jaksel pada Jumat (30/1/2026).
- Abraham Samad mengatakan satu di antara hal yang cukup panjang dibahas terkait roadmap pemberantasan korupsi termasuk korupsi di sektor sumber daya alam.
- Karena apa yang sekarang jadi konsentrasi pemberantasan korupsi di sektor sumber daya alam sudah dilakukan KPK di bawah kepemimpinannya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyebut sempat mengkritik terkait kasus korupsi timah dalam pertemuannya bersama sejumlah tokoh dengan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan pada Jumat (30/1/2026) lalu.
Abraham mengatakan salah satu hal yang cukup panjang ia bahas dalam pertemuan itu adalah terkait dengan roadmap pemberantasan korupsi termasuk korupsi di sektor sumber daya alam.
Karena, kata Abraham, apa yang sekarang menjadi konsentrasi pemberantasan korupsi di sektor sumber daya alam sudah dilakukan KPK di bawah kepemimpinannya melalui Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam.
Saat itu, kata dia, KPK sudah menjalin kerja sama dengan TNI, Polri, dan Kejaksaan.
Oleh karena itu saya katakan ini tinggal harus lebih fokus lagi karena ini sudah pernah dilakukan.
Baca juga: Susno Duadji Ungkap Pertemuan dengan Prabowo, Siti Zuhro Beri Masukan soal Sistem Pilkada
"Oleh karena itu saya bilang kalau sekarang ada pemberantasan korupsi di sektor sumber daya alam, kita ambil contoh misalnya ada kasus timah kemarin, itu menjadi kritikan saya," ujar Abraham usai diskusi di kawasan Kuningan Jakarta Selatan pada Rabu (4/2/2026).
"Karena kenapa? Kasus timah itu hanya menyentuh level yang bawah-bawah, ya, sampai itu suami artis dan lain sebagainya, belum menyentuh high level," imbuhnya.
Baca juga: Abraham Samad Ungkap Rencana Pertemuan Lanjutan dengan Presiden Prabowo di Hambalang
Oleh karena itu, ia menyarankan agar kasus korupsi timah itu dikembangkan.
"Oleh karena itu kita menyarankan supaya masih terus dikembangkan. Karena jangan sampai penegakan hukum pemberantasan korupsi hanya menyasar orang-orang tertentu yang dalam posisi tidak kuat," pungkasnya.
Sejumlah tokoh yang hadir dalam pertemuandi Kertanegara selain Abraham di antaranya peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro dan mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji.
Baca tanpa iklan