News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dewan Perdamaian

Dino Patti Djalal Sebut Board of Peace Sebuah Eksperimen Penting, tapi Punya Risiko Gagal Tinggi

Penulis: Rifqah
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal, mengatakan bahwa Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian merupakan sebuah eksperimen penting yang juga mempunyai risiko gagal tinggi.

Alasan Presiden Prabowo Subianto ikut serta dalam BoP bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menjaga ketertiban dunia serta mendorong penyelesaian damai konflik internasional, seperti solusi dua negara penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Namun, keikutsertaan Prabowo dalam BoP itu menuai kontroversi karena tidak melibatkan Palestina, padahal ingin menyelesaikan konflik di Gaza, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang posisi Indonesia dalam konflik Gaza ini.

Kendati demikian, usai bertemu Prabowo, Menteri Luar Negeri periode 1999-2001 Alwi Shihab mengatakan bahwa Presiden menekankan BoP bukanlah suatu pengkhianatan terhadap rakyat Palestina.

Alwi juga mengungkapkan, Prabowo akan bersikap tegas jika Dewan Perdamaian tidak sejalan dengan visi misi bangsa Indonesia dalam memperjuangkan hak Palestina. 

Setelah bertemu Prabowo di Istana Merdeka pada Rabu (4/2/2026), Dino juga mengatakan, BoP ini merupakan bagian dari solusi untuk gencatan senjata. 

Di sisi lain, Dino menegaskan bahwa keikutsertaan Prabowo dalam BoP ini juga merupakan sebuah eksperimen yang belum tentu hasilnya.

"Walaupun sampai sekarang masih dilanggar oleh Israel ya, tapi intinya ini (BoP) adalah suatu eksperimen ya dan bukan obat yang ampuh yang bisa menyembuhkan segala penyakit," katanya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (5/2/2026).

Namun, kata Dino, Prabowo cukup realistis dalam melihat risiko ke depannya saat ikut dalam BoP tersebut, termasuk soal risiko gagal yang tinggi.

"Tentu resiko terbesar adalah Israel karena Israel mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap Trump. Ini eksperimen dalam arti ini suatu formula, di mana orang enggak tahu ini akan 
sukses atau enggak."

"Risiko gagal tinggi karena berbagai faktor, faktor Trump-nya, bisa faktor Amerikanya, bisa faktor Israelnya, bisa faktor lapangannya, bisa faktor Hamasnya dan lain sebagainya," papar Dino.

Baca juga: Indonesia Bakal Bayar Iuran Board of Peace, Eks Menlu RI Hassan Wirajuda: untuk Bantu Palestina

Dino menekankan bahwa tidak ada yang tahu ke depannya terkait risiko apa saja yang akan dihadapi nanti, maka dari itu dia menyebut Indonesia yang bergabung BoP ini sebagai suatu eksperimen, tapi eksperimen yang penting untuk dilakukan.

"Jadi saya katakan ini suatu eksperimen dan eksperimen yang penting, karena apa? Ini satu-satunya the game in town pada saat ini. Tidak ada formula lain, tidak ada solusi lain, tidak ada jalur lain," ujarnya.

Di sisi lain, kata Dino, Prabowo juga meyakini bahwa Indonesia pasti akan mampu mengimbangi Trump karena kekompakan negara-negara Islam.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini