News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PDIP Setuju Prabowo: Bung Karno Bukan Milik Satu Partai

Penulis: Rahmat Fajar Nugraha
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SOEKARNO SIDANG PBB - Presiden pertama RI. Soekarno berpidato pada sidang umum ke-15 PBB di New York pada 30 September 1960. Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli, merespon pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno merupakan pahlawan milik seluruh bangsa Indonesia dan bukan milik satu partai politik tertentu. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli, merespon pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno merupakan pahlawan milik seluruh bangsa Indonesia dan bukan milik satu partai politik tertentu. 

Menurut Guntur pernyataan tersebut benar adanya, meski begitu ia menyingung dalam ajaran Bung Karno yang memegang teguh anti penjajahan.

Baca juga: Jembatani Korut-Korsel, Megawati Diminta Perankan Lagi Diplomasi Soekarno

"Betul sekali pernyataan Presiden Prabowo, Bung Karno itu milik seluruh bangsa Indonesia, karena itu kita harus mengamalkan ajaran Bung Karno," kata Guntur Romli dihubungi Sabtu (16/5/2026).

Ia melanjutkan pihaknya dari PDI Perjuangan akan malu mengaku sebagai murid-murid Bung Karno kalau tidak mengamalkan ajarannya. 

Baca juga: Peringati 125 Tahun Soekarno, Rusia Sebut Bung Karno Letakkan Fondasi Hubungan RI-Rusia

"Apalagi hanya mempolitisir nama besar beliau. Atau hanya meniru-niru pakaian beliau dan gaya orasinya. Ini cuma meniru dalam arti artifisial dan imitatif," jelasnya.

Guntur Romli menjelaskan dalam ajaran penting Bung Karno dalam geopolitik adalah anti penjajahan, anti neokolonialisme dan anti tunduk pada tekanan penguasa negara lain. 

"Karena itu tidak akan mungkin bekerjasama dengan Israel, dalam satu badan Board of Peace (BOP), tidak mungkin menyetujui The Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS yang di bawah tekanan Trump," tegasnya.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa proklamator sekaligus Presiden ke-1 RI, Soekarno atau Bung Karno, merupakan pahlawan milik seluruh bangsa Indonesia dan bukan milik satu partai politik tertentu. 

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026) pagi.

Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Gerindra itu menyatakan bahwa dirinya banyak memetik pelajaran berharga dari ajaran-ajaran yang ditinggalkan oleh Bung Karno. 

Oleh karena itu, ia meluruskan pandangan publik dengan menegaskan bahwa figur proklamator tersebut merupakan aset nasional yang melintasi sekat-sekat kelompok politik.

"Sebetulnya saya yang banyak belajar dari ajaran-ajaran yang Bung Karno. Jadi, maaf Bung Karno bukan milik satu partai. Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia," ujar Presiden Prabowo.

Prabowo menambahkan, tidak hanya Bung Karno, tokoh-tokoh kemerdekaan lainnya seperti Mohammad Hatta hingga Sutan Sjahrir juga merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. 

Menurutnya, fondasi kekuatan besar Indonesia sebagai sebuah negara justru terletak pada kemampuan bangsa dalam menghargai dan menyerap energi positif dari seluruh tokoh pendahulu.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini