News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hari Pers Nasional

Peran Senyap yang Berdampak Besar, Dahlan Dahi Dinilai Konsisten Dukung Jurnalisme Berkualitas

Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TERIMA PWI AWARDS - Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network Dahlan Dahi (kiri) menerima PWI Awards 2026 atas jasa-jasanya mewujudkan soliditas dan persatuan kembali PWI. (TribunBanten.com/Adi Chandra)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dahlan Dahi yang berhasil mengurai konflik panjang dua kubu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), menerima penghargaan dalam forum Pucak Peringatan Hari Pers Nasional di Kota Serang, Provinsi Banten, Senin (9/2/2026) pagi.

Dahlan Dahi sebagai pribadi maupun anggota Dewan Pers memperoleh PWI Awards dari PWI atas jasa-jasanya mewujudkan soliditas dan persatuan kembali PWI.

Piala penghargaan diberikan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir .

Dahlan terpilih menjadi anggota Dewan Pers 2025-2028 didukung Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Penetapan itu berdasarkan hasil berita acara laporan kerja Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) Dewan Pers yang disampaikan kepada Dewan Pers, di Hall Dewan Pers, Selasa (4/3/2025).

BPPA mulai menjalankan tugas sejak Agustus 2024. Sebelum memilih sembilan anggota Dewan Pers, pada 19 Februari 2025, BPPA menyeleksi para pelamar menjadi 18 calon yang mewakili tiga unsur yaitu, wartawan, pimpinan perusahaan pers, dan tokoh masyarakat.

Masing-masing unsur diwakili oleh enam calon. Dari 18 calon inilah kemudian terpilih sembilan anggota Dewan Pers periode 2025-2028.

Sembilan anggota Dewan Pers 2025-2028 adalah: 

Dari unsur wartawan:

  • Abdul Manan (Aliansi Jurnalis Independen/AJI)
  • Maha Eka Swasta (Pewarta Foto Indonesia/PFI)
  • Muhammad Jazuli (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia/IJTI)
  • PWI AWARDS - Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi, meraih penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Awards di puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Senin (9/2/2026). (Dok. PWI Pusat)

Dari unsur pimpinan perusahaan pers: 

  • Dahlan Dahi (Asosiasi Media Siber Indonesia/AMSI)
  • Totok Suryanto (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia/ATVSI).
  • Yogi Hadi Ismanto (Asosiasi Televisi Lokal Indonesia/ATVLI).

Kemudian dari unsur tokoh masyarakat: 

  • Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Jakarta 2005-2010),
  • M Busyro Muqoddas (Kegtua KPK 2010-2011) dan
  • Rosarita Niken Widiastuti  (Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia/RRI, 2010-2015)

    Setelah Dahlan terpilih menjadi anggota Dewan Pers, beberapa wartawan senior berharap padanya untuk menyelsaikan konflik PWI.  Dahlan langsung coba menghubungi Hendry Ch Bangun, yang sudah lama dikenalnya. 

Hendry Ch Bangun, selaku Ketua Umum PWI Pusat dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat Sayid Iskandarsyah, serta sejumlah kawan-kawan berada satu kubu. 

Kubu lainnya Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, Sasongko Tedjo, pengurus PWI hasil Kongres Bandung Zulmansyah Sakedang.

Sekali waktu, Dahlan cerita, bahkan ia bekerja hingga larut malam untuk diskusi mencari akar masalah PWI. Untuk pendekatan emosional dan mencarikan suasana, Dahlan --yang pernah mengenyam pendidikan dan lama bertugas di Makassar, Sulawesi Selatan, bahkan membawa istrinya, berkunjung ke kediaman Hendry, yang beristri perempuan asal Sulawesi Selatan.  

Pada bagian lagi, pendekatan dilakukan kepada Zulmansyah. Jadi lobi-lobi  dijalin beberapa waktu, dan berulang. 

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini