News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Reshuffle Kabinet dan Isu Bersih-bersih Loyalis Jokowi, Soliditas Prabowo–Gibran Diuji?

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KABINET MERAH PUTIH - Para menteri anggota Kabinet Merah Putih saat pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2024). Kali ini muncul isu reshuffle kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isu perombakan kabinet kembali mencuat di tengah spekulasi adanya penyisiran terhadap figur-figur yang selama ini dianggap dekat dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai soliditas hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai reshuffle yang beredar saat ini tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai upaya “bersih-bersih” loyalis Jokowi di kabinet.

Menurut dia, Presiden Prabowo memiliki gaya politik yang selama ini cenderung merangkul berbagai kekuatan.

“Namun yang perlu diingat bahwa Presiden Prabowo memiliki mahzab politik ‘Rangkulisme’ yang senantiasa merangkul kawan bahkan lawan politik secara proporsional - profesional,” kata Agung.

Ia menyebut, dalam konteks reshuffle, perubahan komposisi kabinet lebih merupakan bagian dari evaluasi kinerja dan penyesuaian kebutuhan pemerintahan.

“Mestilah ada yang bertahan ada yang keluar. Tapi ini obyektifitas Presiden Prabowo sebagai pemilik hak preogatif untuk memastikan peforma kabinet optimal,” ujarnya.

Agung juga menilai poros-poros politik, termasuk kelompok yang selama ini diasosiasikan dengan Jokowi, tetap akan memperoleh ruang yang proporsional dalam pemerintahan.

“Poros Solo akan tetap menerima insentif politik yang pas dan pantas ketika orang-orangnya direshuffle,” ucapnya.

Peluang pecah kongsi

Analis komunikasi politik Jamiluddin Ritonga memandang peluang terjadinya perpecahan antara Prabowo dan Gibran relatif kecil, terutama jika kinerja pemerintahan tetap mendapat dukungan publik.

Menurut dia, elektabilitas Prabowo saat ini masih berada di posisi tertinggi dibanding elite politik lainnya.

Selain itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan juga menjadi faktor penentu arah politik ke depan.

“Bagi Gerindra juga kemungkinan akan sulit menerima Gibran sebagai pendamping Prabowo. Sebab, kalau itu terjadi sama saja Gerindra memberi karpet merah kepada Gibran pada Pilpres 2034,” jelasnya.

RAPAT PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).  (Sekretariat Presiden)

Ia menilai selain Gerindra, partai-partai koalisi lainnya juga berpotensi tidak sepakat apabila Gibran kembali diusung sebagai cawapres.

“Selain Gerindra, partai lain juga tampaknya akan menolak Gibran,” katanya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini