News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Prabowo Marah Besar dan Mundurnya 5 Pejabat di Pasar Modal RI

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRESIDEN MARAH - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutannya di acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Prabowo diberitakan marah besar saat IHSG anjlok pada akhir Januari 2026 lalu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jumat (30/1/2026) lalu adalah hari yang 'kelam' di pasar modal Indonesia.

Dalam satu hari, lima orang pejabat pengawas pasar modal serentak mengundurkan diri.

Pengunduran diri itu diawali Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.

Kemudian  disusul empat unsur pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni:

  • Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar
  • Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara
  • Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK Inarno Djajadi
  • Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) OJK Aditya Jayaantara.

Gara-gara IHGS Anjlok

Lima pejabat tersebut belum secara terperinci menjelaskan alasan pengunduran diri.

Namun pihak OJK menjelaskan pengunduran diri para pejabat itu dilakukan sebagai tanggung jawab moral OJK terhadap turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok dua har.

Analis sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana sebagaimana dilansir Kompas.com menyebut mundurnya lima pejabat di pasar modal kala itu tak lepas dari  anjloknya IHSG dalam dua hari berturut-turut imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Hal itu diperparah dengan keputusan Goldman Sachs dan UBS juga mengubah bobot pasar modal Indonesia.

"Dalam konteks ini, mundurnya Direktur Utama BEI dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusional sekaligus momentum evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal Indonesia," ungkap dia.

Prabowo marah besar

Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan apa yang terjadi saat pasar modal bergejolak beberapa waktu lalu.

Menurut Hashim saat itu Presiden Prabowo Subianto marah besar.

Gejolak itu dinilai banyak merugikan investor ritel domestik dan bahkan mempertaruhkan kehormatan Indonesia.

“Jadi, saya mengambil kesempatan ini untuk mengatakan dengan tegas, Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan,” ujar Hashim, dalam Asean Climate Forum (ACF) 2026, di Jakarta, Rabu (11/2/2026) kemarin. 

 Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo dalam acara Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (19/2/2025).  (Endrapta Pramudhiaz/Tribunnews)

Ia pun secara terbuka mengingatkan bila pemerintah memperketat pengawasan negarawan yang berkait dengan pasar modal di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Jadi saya tujukan ini kepada Anda, Pak Jeffrey (BEI) dan Anda Pak Hasan (OJK). Pemerintah akan mengawasi Anda dengan ketat, dan saya serius,” tegasnya. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini