Hashim menuturkan, gejolak pasar saham di Tanah Air yang berujung pada pengunduran diri sejumlah petinggi inti BEI dan OJK menjadi perhatian luas, termasuk sorotan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebagai pengelola indeks saham global.
Menurutnya, hal itu terjadi lantaran kurangnya transparansi pengelolaan bursa saham di bawah kewenangan BEI dan OJK.
“Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri,” bebernya.
Bahkan, Hashim mengungkapkan, MSCI mengirim empat surat kepada pemerintah Indonesia untuk mempertanyakan sejumlah hal berkait dengan kondisi pasar modal. Namun, soal empat surat tersebut, ia enggan menjelaskan lebih jauh.
“Dan ada alasannya, karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada Pemerintah Indonesia,” jelasnya.
Adik Presiden Prabowo itupun menekankan, kepercayaan dan kredibilitas merupakan fondasi utama keberhasilan pasar keuangan. Tanpa itu, pasar tidak akan berfungsi secara sehat.
Hashim juga menyampaikan ada delapan investor yang bertemu dengannya meminta agar pemerintah memastikan integritas pasar tetap terjaga.
“Ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas. Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu, mereka meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita,” ucapnya.
Sumber: Kompas.com/Suparjo Ramalan/Kontan/Pulina Nityakanti/Tribun Jateng
Baca tanpa iklan