News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Jelang Ramadan, Baznas DKI Galang Solidaritas Umat Bantu Korban Banjir Sumatra hingga Mudik Gratis

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGHIMPUNAN DANA ZIS - Logo BAZNAS diambil dari laman resminya pada Minggu (25/1/2026). Bazis DKI targetkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tahun ini naik signifikan, tahun sebelumnya menghimpun dana Rp 86,9 miliar.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Momen Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026, Lembaga Pemerintah Non Struktural Badan Amil Zakat Nasional Baznas (Bazis) DKI Jakarta menargetkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar menegaskan, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah individual, melainkan kekuatan sosial untuk memperkuat solidaritas dan pemberdayaan masyarakat. 

Hal itu disampaikannya saat peluncuran Baznas Bazis Apps di Kantor Baznas, Jakarta.

‎"Kami mengusung tema 'Dari Jakarta untuk Indonesia'. Zakat harus menjadi instrumen solidaritas umat dan penguatan sosial, terutama di bulan Ramadan," ujar Akhmad, Kamis (12/2/2026).

‎Ia memaparkan, pada tahun sebelumnya Baznas Bazis DKI berhasil menghimpun dana sekitar Rp 86,9 miliar dan menyalurkan kepada puluhan ribu mustahik di Jakarta. 

Tahun ini, pihaknya optimistis capaian meningkat signifikan.

‎"Target Rp150 miliar bukan angka kecil, tetapi realistis dengan tren pertumbuhan donasi dan partisipasi masyarakat serta ASN," katanya.

Baca juga: Jelang Ramadan 2026, Baznas RI Tetapkan Fidyah Rp65 Ribu per Jiwa, Begini Cara Hitungnya

‎Untuk mencapai target tersebut, Baznas Bazis DKI menyiapkan 15 program Ramadhan, termasuk lima  program baru. 

Salah satunya ‘Sahur Tetangga Sendiri’,  yang mendorong warga berbagi dan memperkenalkan peran di lingkungan terdekat. 

Program lain adalah Bedah Rume Tahfiz Al-Qur’an bagi penghafal minimal 10 juz dari keluarga prasejahtera. 

‎"Kami siapkan 10 unit rumah yang akan direnovasi setelah melalui asesmen ekonomi dan hafalan," tutur Akhmad.

Turut mendampingi Pimpinan Bidang Pengumpulan KH Nur Alam Bakhtir, Pimpinan Bidang Pendistribusian Ir. Bahaudin, dan Pimpinan Bidang Keuangan Hj Sholihah Latieff.

‎Akhmad mengatakan, pihaknya juga menyiapkan program Balik Rantau Santri, yakni fasilitasi kepulangan santri asal Jakarta yang menempuh pendidikan di luar daerah agar dapat kembali ke pesantren usai Lebaran. 

Selain itu, bantuan solidaritas nasional untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera tetap berjalan melalui dapur kemanusiaan dan layanan kesehatan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini