TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap, ada sekitar 60,2 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama pelaksanaannya sejak dimulai pada Januari 2025 lalu.
Menurutnya, angka penerima manfaat MBG itu, sudah setara dengan jumlah penduduk di Afrika Selatan, sebuah negara yang terletak di ujung selatan benua Afrika.
Hal tersebut, disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026).
Adapun informasi yang dikutip dari laman South Africa Gateway, jumlah populasi di negara dengan luas sekitar 1,22 juta kilometer persegi itu di pertengahan 2024 adalah 63.015.904 jiwa.
"Dari program makan bergizi gratis kita saja, hari ini kita telah mencapai 60.200.000 penerima manfaat, anak-anak Indonesia, ibu-ibu hamil, dan orang tua, lansia yang hidup sendiri dan tidak ada yang membantu," ucap Prabowo yang saat berpidato di mimbar, mengenakan setelan jas abu-abu tua dan peci warna hitam.
"60.200.000 tiap hari kita beri makan, kalau dihitung, berarti kita memberi makan penduduk sebesar Afrika Selatan. Tiap hari."
Prabowo pun merasa bangga. Program MBG-nya menyasar tidak hanya anak-anak, tetapi juga ibu hamil dan orang lanjut usia yang bahkan hidup sebatang kara.
Apalagi, program MBG itu diantar langsung ke rumah para ibu hamil dan lansia.
"Untuk ibu-ibu hamil, kita memberi, dianter ke rumah, untuk orang tua/lansia, dianter ke rumah," tutur Prabowo.
"Saya kira, di dunia, ini adalah suatu prestasi yang membanggakan dari segi manajemen, dari segi logistics, dari segi pengendalian."
"Saya kira ini mungkin harus dicatat sebagai prestasi yang membanggakan."
Baca juga: Prabowo: Pelaku Bisnis Sebut MBG Mendorong Pertumbuhan di Lapisan Paling Bawah Ekonomi Indonesia
Angka Keracunan hanya 0,0006 Persen
Prabowo menyebut, dengan 60.200.000 penerima manfaat MBG, maka total sudah ada 4,5 miliar porsi makanan yang diproduksi.
"Dari 60.200.000 tersebut, kalau dijumlahkan selama ini, kita sudah memproduksi dan mendistribusi 4,5 miliar porsi makanan," ucap Prabowo.
Mantan Menteri Pertahanan RI yang lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951 itu tidak mengingkari bahwa memang ada kasus keracunan pada pelaksanaan program andalannya ini.
Namun, persentase keracunan itu hanya 0,0006 persen alias 28.000 jika dibandingkan dengan 4,5 miliar porsi makanan MBG yang sudah didistribusikan.
Baca tanpa iklan