TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hewan kaki empat dari ras Belgian Malinois itu bernama Fenrir. Bulu berwarna cokelat menyelimuti seluruh tubuhnya.
Meski rompi working dog harness melekat kencang, tapi Fenrir tidak sedang bertugas. Ia justru fokus bermain dengan bola karet mainan di mulutnya.
Fenrir, anjing berusia 4 tahun ini bukan hanya hewan peliharaan atau “satpam” penjaga rumah semata.
Ia punya pekerjaan, yakni membantu tugas-tugas kemanusiaan tim Search and Rescue atau SAR saat bencana alam melanda.
Fenrir bertugas bersama SAR Dog Indonesia (SID). Sebuah tim relawan anjing pelacak yang membantu pencarian dan evakuasi korban bencana seperti gempa bumi hingga longsor.
Leash atau tali berwarna hijau melingkari leher Fenrir. Ujung talinya berada di genggaman tangan Abdul Aziz, si handler atau pawang Fenrir di SID.
Fenrir, Aziz, dan rekan-rekannya yang tergabung dalam SID sedang ambil bagian dalam Pameran SAR yang diadakan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Pameran ini dalam rangka Hari Bakti ke-54 Basarnas yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 Februari di Green Belt, PIK 2, Banten.
Terjun ke Daerah
Fenrir sudah pernah membantu tim SAR ke sejumlah wilayah.
Mulai dari longsor Cianjur, Jawa Barat, beberapa tahun silam hingga longsor di Cisarua yang masih di provinsi yang sama.
“Kalau ini Cianjur pernah, terus di Bandung Barat saya lupa, itu pernah. Terus yang kemarin di Cisarua, itu ketiga,” kata Aziz kepada Tribunnews di lokasi, Sabtu (14/2/2026).
Fenrir juga merupakan bagian dari Indonesia Search and Rescue (INASAR), tim spesialis dari Basarnas yang dibentuk untuk misi kemanusiaan dan operasi SAR internasional.
Dalam sehari, Fenrir mengonsumsi hingga 500 gram makanan khusus anjing yang dipadukan dengan kepala dan ceker ayam untuk tambahan nutrisi.
Baca juga: Pertebal Bantuan di Aceh Tamiang, Polri Kembali Kerahkan Ratusan Brimob, Anjing K9 hingga Buldoser
Namun, jika sedang bertugas, porsinya berubah menjadi 600 gram.
Baca tanpa iklan