TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baru-baru ini aksi teror menimpa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Tiyo Ardianto.
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta langsung sigap memberikan perlindungan bagi Ketua BEM-nya, Tiyo Ardianto yang diteror dan dikuntit orang berbadan tegap.
Kampus kemudian menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan dan perlindungan yang diperlukan bagi Tiyo Ardianto
Juru Bicara UGM Yogyakarta, Dr I Made Andi Arsana, menyatakan UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika UGM dari ancaman atau teror yang berasal dari mana pun.
Teror juga pernah menimpa Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2026, Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra yang baru saja terpilih.
Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra terpilih pada Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) UI rampung digelar pada Selasa 13 Januari 2026 lalu.
Keduanya diteror ancaman pembunuhan dari orang tak dikenal.
Baca juga: UGM Berikan Perlindungan bagi Ketua BEM Tiyo Ardianto yang Diteror dan Dikuntit Orang Berbadan Tegap
Ketua BEM Tiyo Ardianto Diteror, UGM Pasang Badan
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pasang badan bagi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Tiyo Ardianto, yang mendapatkan teror dari orang tak dikenal.
Juru Bicara UGM Yogyakarta, Dr I Made Andi Arsana, menyatakan pimpinan universitas telah melakukan komunikasi dengan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto soal ancaman teror tersebut.
Kampus kemudian menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan dan perlindungan yang diperlukan.
“Pada prinsipnya, atas nama institusi dan berdasarkan konstitusi, UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika UGM dari ancaman atau teror yang berasal dari mana pun,” jelas Made Andi, dalam keterangan resminya, Minggu (15/2/2026).
Dikonfirmasi terpisah, Tiyo Ardianto membenarkan sudah ada komunikasi dengan pihak universitas terkait upaya perlindungan terhadap dirinya.
“Sementara baru koordinasi intens,” jawabnya, soal bentuk perlindungan seperti apa yang diberikan kampus.
Baca tanpa iklan