TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pasang badan bagi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Tiyo Ardianto, yang mendapatkan teror dari orang tak dikenal.
Ancaman teror yang diterima Tiyo Ardianto pun beragam mulai dari ancaman pesan singkat dari nomor tak dikenal hingga dikuntit dua orang berbadan tegap.
Juru Bicara UGM Yogyakarta, Dr I Made Andi Arsana, menyatakan pimpinan universitas telah melakukan komunikasi dengan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto soal ancaman teror tersebut.
Kampus kemudian menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan dan perlindungan yang diperlukan.
“Pada prinsipnya, atas nama institusi dan berdasarkan konstitusi, UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika UGM dari ancaman atau teror yang berasal dari mana pun,” jelas Made Andi, dalam keterangan resminya, Minggu (15/2/2026).
Dikonfirmasi terpisah, Tiyo Ardianto membenarkan sudah ada komunikasi dengan pihak universitas terkait upaya perlindungan terhadap dirinya.
“Sementara baru koordinasi intens,” jawabnya, soal bentuk perlindungan seperti apa yang diberikan kampus.
Baca juga: Daftar Teror yang Diterima Ketua BEM UGM hingga Ketua dan Wakil Ketua BEM UI
Sosok Tiyo Ardianto
Menurut laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Tiyo adalah mahasiswa Filsafat UGM.
Tiyo lahir dan berasal dari Kudus, Jawa Tengah.
Ia masuk sebagai mahasiswa baru UGM pada Agustus 2021.
Uniknya, Tiyo bukanlah lulusan sekolah menengah negeri maupun swasta.
Ia merupakan lulusan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah di Kudus.
Artinya, Tiyo menggunakan ijazah Paket C untuk masuk sebagai mahasiswa UGM, dikutip dari YouTube Yani's Journey Official.
Baca tanpa iklan