News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dewan Perdamaian

Menlu Sebut Pengiriman 8.000 Pasukan TNI ke Gaza Dilakukan Bertahap

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, rencana pengiriman 8.000 pasukan TNI ke Gaza, Palestina untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional akan dikakukan secara bertahap.

Hal itu disampaikan Sugiono di Washington DC, Amerika Serikat pada Jumat (20/2/2026).

"Saya kira bertahap karena tadi saya sampaikan tahapan yang ada di sana juga dibagi menjadi beberapa sektor," ujarnya dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2026).

Sugiono menyebut, total pasukan perdamaian yang dikirimkan ke sana mencapai 20.000 personel, tetapi belum ada detail penempatannya.

"Detailnya belum, tapi kurang lebih nanti ada lima sektor. Diperkirakan total pasukan yang akan ada di sana adalah 20.000 atau mungkin lebih di seluruh sektor ini. Tapi ini merupakan sesuatu yang sifatnya progresif," ucapnya.

Ia menegaskan Indonesia juga telah menegaskan komitmennya untuk mengirimkan 8.000 pasukan TNI ke Gaza.

Kemudian, terkait timeline pengiriman pasukan akan segera disiapkan oleh Board of Peace (BoP) alias Dewan Perdamaian.

"Saya juga sempat menanyakan kira-kira kapan pasukan ini akan dikirim? Jawabannya secepatnya mereka akan siapkan timeline-nya," ungkapnya.

Sugiono menyatakan bahwa pasukan perdamaian akan ditempatkan di Rafah, tetapi dirinya belum mengetahui detailnya seperti apa.

"Mulainya dari situ (Rafah) katanya kemarin. Tapi nanti detailnya kan ada operasinya seperti apa, teaternya seperti apa," tuturnya.

Baca juga: Menlu Sugiono Ungkap Sumber Biaya Pengiriman 8.000 Pasukan TNI ke Gaza

Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF

Terkait posisi Indonesia yang ditunjuk sebagai Wakil Komandan ISF, Sugiono pasukan Indonesia yang dikirimkan tidak untuk melakukan operasi militer maupun demiliterisasi.

Terpilihnya Indonesia menjadi Wakil Komandan ISF ini, menurut Sugiono, sebagai suatu penghormatan.

"Deputy commander operasi ini merupakan sesuatu penghormatan dan penghargaan lah terhadap track record Indonesia, kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian," katanya.

"Saya kira kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF (mencapai perdamaian Palestina-Israel)," sambungnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini