News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dewan Perdamaian

Gabung BoP, Menlu Tegaskan RI Tak Perlu Bayar Iuran 1 Miliar Dolar AS

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

"Saya juga sempat menanyakan kira-kira kapan pasukan ini akan dikirim? Jawabannya secepatnya mereka akan siapkan timeline-nya," ungkapnya.

Sugiono menyatakan bahwa pasukan perdamaian akan ditempatkan di Rafah, tetapi dirinya belum mengetahui detailnya seperti apa.

"Mulainya dari situ (Rafah) katanya kemarin. Tapi nanti detailnya kan ada operasinya seperti apa, teaternya seperti apa," tuturnya.

DIPUJI DONALD TRUMP - Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan terkait pujian yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis (19/2/2026). Saat menyapa Prabowo, Trump menyebut Presiden Indonesia adalah orang yang ia sukai dan seorang yang tangguh. (Tribunnews.com/YouTube Sekretariat Presiden)

Biaya Pengiriman Pasukan

Sugiono menyebut, biaya pengiriman pasukan akan menggunakan biaya kontribusi dan sudah menjadi komitmen berbagai negara yang tergabung di dalam Board of Peace.

"Jadi nanti masalah keuangan sejauh ini, itu seperti kemarin di Board of Peace itu juga ada beberapa yang komitmen untuk kontribusi baik private maupun negara itu juga akan digunakan untuk menopang semua operasional," ujar Sugiono.

Meski begitu, dirinya tak memungkiri bahwa Indonesia juga akan mengeluarkan sejumlah biaya untuk mengirim pasukan tersebut.
 
"Tapi kita juga sebagai pengirim pasukan pasti mengeluarkan biaya," tutur Sugiono.

Ia juga menjelaskan sejumlah negara sudah menyampaikan sumbangan lain di luar kontribusi keanggotaan sebesar 1 miliar dolar AS.

Sembilan negara itu adalah Uni Emirat Arab (UEA), Maroko, Bahrain, Kazakhstan, Azerbaijan, Qatar, Uzbekistan, Kuwait, dan Arab Saudi.

Mereka sudah menyatakan komitmen kontribusi dengan total mencapai 7 miliar dolar AS.

Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF

Terkait posisi Indonesia yang ditunjuk sebagai Wakil Komandan ISF, Sugiono pasukan Indonesia yang dikirimkan tidak untuk melakukan operasi militer maupun demiliterisasi.

Terpilihnya Indonesia menjadi Wakil Komandan ISF ini, menurut Sugiono, sebagai suatu penghormatan.

"Deputy commander operasi ini merupakan sesuatu penghormatan dan penghargaan lah terhadap track record Indonesia, kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian," katanya.

"Saya kira kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF (mencapai perdamaian Palestina-Israel)," sambungnya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini