Sekitar pukul 02.00 WIT, tim menerima informasi adanya keributan di area Tete Pancing. Mereka bergerak menuju Desa Fiditan untuk membubarkan aksi balap liar.
Tak lama kemudian, dua sepeda motor yang dikendarai Arianto Tawakal (14) dan kakaknya Nasrim Karim (15) melintas dari arah Desa Ngadi.
Masias diduga mengayunkan helm taktikal ke arah keduanya. Helm mengenai pelipis Arianto hingga terjatuh, lalu motornya menabrak motor Nasrim.
Akibatnya, Arianto kritis dan kemudian meninggal di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, sementara Nasrim mengalami patah tulang tangan kanan.
Polisi menuding korban terlibat balap liar, namun ayah korban, Riziq Tawakal, membantah keras tudingan tersebut.
Baca tanpa iklan