Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie menilai kasus yang menimpa Tyas menunjukkan adanya kegagalan pendidikan moral.
Di media sosial, Tyas sempat mengaku mengusahakan anaknya mendapat paspor WNA.
“Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA," kata Tyas di media sosial.
Pernyataan Tyas itu dianggap sebagai tindakan merendahkan Indonesia dan memicu polemik luas di tengah masyarakat, terlebih lagi dia adalah penerima beasiswa LPDP.
“Menurut saya ini adalah suatu kegagalan pendidikan moral sejak dini,” ucap Stella dalam program HOTROOM di Metro TV, Rabu, (25/2/2026).
Dia menilai Tyas kurang bermoral terhadap negara. Di samping itu, Tyas kurang memiliki rasa cinta kepada negara.
“Apa sebenarnya pengertian kita, identitas kita sebagai warga negara Indonesia, rasa patriotisme, rasa nasionalisme, rasa kecintaan terhadap negara, ini tentu saja mencerminkan kekurangan,” ujar Stella.
Baca juga: Ancaman Dirut LPDP Buntut Kasus Dwi Sasetyaningtyas: Nama Alumni Tak Patuh Dipamerkan di Web LPDP
(Tribunnews/Febri)
Baca tanpa iklan