News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

DPR Dukung Penuh Keputusan Prabowo Jadi Mediator AS-Iran: Langkah Diplomatik yang Baik

Penulis: Rifqah
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, mendukung penuh keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mau menjadi mediator Amerika Serikat (AS) dan Iran demi menciptakan keamanan yang kondusif di kawasan Timur Tengah.

Kabar tersebut sebelumnya disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI saat memberikan pernyataan resmi terkait serangan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Kemlu mengatakan bahwa Prabowo siap terbang ke Teheran, Iran, untuk memediasi kedua belah pihak.

Namun, banyak pihak juga yang menentang keputusan Prabowo tersebut karena dianggap terlalu terburu-buru dan Iran diklaim tidak akan menyukainya.

Meski demikian, DPR tetap menyatakan dukungan tersebut kepada Prabowo karena dinilai sebagai langkah yang tepat.

"Kami sangat mendukung langkah yang diambil oleh Bapak Presiden dan saya rasa ini adalah kepala negara, salah satu pertama yang menyatakan kesiapan untuk menjadi mediator bagi negara yang sedang berkonflik dalam hal ini Iran-Israel dan juga di-backup oleh Amerika," katanya, Minggu (1/3/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

"Saya rasa itu adalah langkah yang tepat sebagai bagian dari komunitas internasional dan merupakan langkah diplomatik yang sangat baik," sambung Amelia.

Amelia menambahkan, Prabowo juga sudah berperan aktif dalam memperjuangkan perdamaian dunia, terutama untuk rakyat Gaza, Palestina.

Hal itu, kata Amelia, dibuktikan dengan bergabungnya Prabowo dalam Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS, Donald Trump.

"Masuk ke dalam BoP itu adalah langkah diplomatik yang menurut saya juga baik. Tetapi ini saya melihatnya pada perspektif ikhtiar ya, sebuah usaha diplomatik begitu."

"Kalau kita tidak ada di dalam, bagaimana kita bisa memediasi pihak-pihak hasil berkonflik? Paling tidak kalau ada di dalam, kita bisa bersuara, kita bisa bersuara dan positioning kita kan jelas," papar Amelia.

Baca juga: Prabowo Siap Jadi Mediator AS-Iran, Eks Dubes: Iran Tak Akan Suka, Indonesia Sudah di Pihak Amerika

Apalagi, menurut Amelia, dalam BoP itu banyak negara-negara di Timur Tengah juga yang bergabung untuk mendorong upaya perdamaian dunia.

"Seperti Saudi Arabia kemudian juga Qatar, Turki dalam hal ini juga berperan aktif juga menyuarakan agar segera ditemukan two state solution dalam konflik Palestina dan Israel," katanya.

Sebelumnya, Indonesia memutuskan bergabung BoP dengan  tujuan mendorong komitmen kemanusiaan dan upaya perdamaian dunia, khususnya bagi rakyat Palestina.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini