News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Mahasiswa Ungkap Isi Pertemuan dengan Gibran: Dia Juga Merasakan Kekacauan dalam Program MBG

Penulis: Rifqah
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) sekaligus Koordinator Aksi BEM UBK, Muhammad Abdi Maludin, mengungkapkan isi pertemuan perwakilan mahasiswa dengan Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka pada Senin (15/6/2026) lalu.

Adapun, pada Senin (15/6/2026), setelah BEM UBK menggelar aksi demonstrasi, sejumlah 15 mahasiswa dipanggil Gibran untuk berdialog di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa menggelar aksi demo di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Medan, hingga Makassar.

Aksi demo mahasiswa itu membawa berbagai tuntutan, mulai dari penolakan terhadap revisi Undang-Undang (UU) Polri dan Undang-Undang TNI, evaluasi program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM, hingga persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa menyampaikan aspirasi dan tuntutan langsung kepada Gibran, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, hingga isu pendidikan.

Terkait program MBG, Abdi mengatakan bahwa Gibran tidak berkomentar banyak soal program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

"Hanya mencatat, tidak berkomentar. Sedikit dia juga merasakan kekacauan juga terhadap MBG juga, bahwa mungkin ada respons dari rakyat juga memicu rasa kekecewaan dari Mas Wapres," ungkapnya saat wawancara eksklusif bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, di Studio Tribunnews, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Abdi juga menyoroti soal besarnya anggaran MBG yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

"Tolong Pak Prabowo, anggaran itu sangat fantastis. Satu hari Rp1 triliun. Harus ada penjelasan dan data yang jelas, digunakan untuk apa?" ujar Abdi.

Kendati demikian, Abdi mengaku mendukung tujuan MBG untuk menekan angka stunting. 

Hanya saja, menurutnya, persoalan utama terletak pada tata kelola dan pelaksanaan program di lapangan yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Baca juga: MBG Tetap Lanjut Meski Dikritik, Pakar Khawatirkan Demokrasi karena Semua Berdasar Kemauan Presiden

Abdi pun menegaskan pertemuan tersebut murni hasil diplomasi mahasiswa saat aksi unjuk rasa, bukan bagian dari skenario politik tertentu.

"Tidak ada unsur yang menunggangi kami. Itu murni kepentingan rakyat. Itu murni hasil dari gerakan kami di Universitas Bung Karno," tegas Abdi.

Abdi juga mengungkapkan, hasil pertemuan dengan Gibran belum sepenuhnya memuaskan karena mahasiswa masih menunggu tindak lanjut konkret dari tuntutan yang telah disampaikan.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini