Lebih jauh, ia mengingatkan risiko saat krisis global terjadi. Jika kapasitas regulator domestik kerdil, Indonesia akan sangat rentan apabila negara asal obat membatasi ekspor demi memprioritaskan kebutuhan domestik mereka sendiri.
Meski mendukung percepatan akses produk kesehatan, Dicky mendesak agar pemerintah tetap memberikan kewenangan bagi BPOM untuk melakukan abbreviated review atau evaluasi berbasis risiko.
"Pendekatan global yang benar adalah regulatory reliance, di mana keputusan akhir tetap berada di otoritas domestik. BPOM harus tetap berwenang melakukan evaluasi, menolak jika tidak sesuai, dan mengatur distribusi domestik demi keamanan populasi," tegasnya.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan