Menurutnya pada pukul 10.45 WIB, Dirut Agrinas sempat mengonfirmasi akan hadir namun beberapa menit kemudian berubah pikiran dan akhirnya menyatakan sakit.
"Kami minta ini ditunda keseluruhannya pimpinan. Karena kami tidak mau saling lempar tanggung jawab antara Dirut Agrinas dengan Kementerian Koperasi. Karena kita tahu dari 105.000 kendaraan yang diimpor dari India, yang kami di Komisi VI tidak pernah tahu sekalipun, pagi-pagi kami terima berita dari media bahwa impor 105 mobil begitu, 105.000 mobil. Nah pada kesempatan ini kami tentu sangat kecewa," tegasnya.
Anggota Komisi VI Sturman Panjaitan bahkan mengusulkan agar DPR mengirimkan tim dokter independen untuk mengecek kondisi Joao Angelo.
"Saya menginginkan kalau boleh, kita cek ke sana Pak, Bu. Kita datangkan tim ke sana, meyakinkan kesehatan beliau benar-benar prima. Jangan sampai kalau sakit terus kita ajak kemari kasihan. Tapi kalau nggak sakit nggak mau datang itu yang kasihan juga kita gitu lho," tutur Sturman.
Merespons dinamika tersebut, Ketua Komisi VI Anggia Erma Rini akhirnya mengambil keputusan.
Ia mengapresiasi kesiapan Menteri Koperasi Ferry Juliantono untuk melanjutkan rapat, namun Anggia sepakat dengan suara mayoritas anggota dewan bahwa rapat tidak bisa dilanjutkan tanpa kehadiran Dirut Agrinas.
"Dengan demikian rapat kita tunda dan akan kita beritahukan dengan informasi berikutnya," ungkapnya.
Baca tanpa iklan