Faizal menegaskan bahwa kunci keberhasilan penyelenggaraan mudik tahun ini adalah koordinasi dan sinergi semua pihak agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman dan nyaman.
Mengantisipasi Lonjakan Aktivitas Pelabuhan
Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Prasetyadi, mengungkapkan bahwa menjelang libur Lebaran biasanya terjadi peningkatan aktivitas pengangkutan barang di sejumlah pelabuhan.
Untuk mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan logistik, Pelindo menerapkan sistem manajemen lalu lintas dan kapasitas di area pelabuhan.
Selain itu, Pelindo juga menyiapkan buffer zone di sekitar pelabuhan guna mencegah kemacetan serta menerapkan sistem pemesanan (booking system) untuk mempermudah pengguna layanan kapal laut.
Selaras dengan itu, GM PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, juga mengatakan Bandara Ahmad Yani menjadi salah satu gerbang utama transportasi udara di Jawa Tengah serta titik transit menuju sejumlah kota di Jawa Timur.
Bandara tersebut melayani sekitar 6,9 juta penumpang per tahun dengan jam operasional setiap hari pukul 07.00 hingga 21.00.
Saat ini, Bandara Ahmad Yani melayani 13 rute penerbangan domestik serta dua rute internasional menuju Kuala Lumpur dan Singapura.
Sulistyo menambahkan, sejumlah posko mudik juga telah disiapkan di bandara dan sekitarnya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan mencapai puncak pada 19 Maret 2026.
Selama periode mudik tahun ini, pergerakan penumpang di Bandara Ahmad Yani diperkirakan mencapai sekitar 154 ribu orang.
Baca juga: Lestari Moerdijat Tekankan Pentingnya Arah dan Langkah Bersama Bangun Ekosistem Pendidikan Tinggi
Momentum Perbaikan Tata Kelola Mudik
Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia, Haris Muhammadun, mengingatkan bahwa berbagai persiapan yang dilakukan operator transportasi umumnya didasarkan pada estimasi.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, realisasi jumlah pemudik sering kali lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan awal.
Karena itu, menurut Haris, kemampuan antisipasi menjadi sangat penting untuk menghadapi lonjakan jumlah kendaraan dan pemudik selama masa libur Lebaran.
Ia juga menilai prediksi sekitar 52,8 persen pemudik menggunakan mobil pribadi perlu diantisipasi dengan menyiapkan jalur alternatif di luar jalan tol.
Wartawan Media Indonesia, Iis Zatnika, menilai tren penurunan jumlah pemudik dalam beberapa tahun terakhir dapat menjadi peluang untuk memperbaiki tata kelola layanan mudik.
Menurutnya, Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik tahun ini turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca tanpa iklan