News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dugaan Korupsi Kuota Haji

Demo Banser Protes Gus Yaqut Ditahan di KPK Langsung Bubar Begitu Dengar Suara Gus Yahya

Penulis: Abdi Ryanda Shakti
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANSER DEMO — Anggota Banser membakar baju bertuliskan KPK saat melihat Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut resmi mengenakan rompi tahanan oranye, Kamis (12/3/2026). Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas penahanan pimpinan mereka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji.

 

Instruksi "Dawuh" dari Balik Telepon

PERTEMUAN DI LIRBOYO - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, merasa lega usai bertemu dengan Rais Aam PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025) lalu. (Instagram @yahyacholilstaquf)

Namun, situasi panas tersebut mencapai titik antiklimaks sekira pukul 19.40 WIB.

Sebuah instruksi muncul dari balik sambungan telepon Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang tersambung melalui ponsel asisten pribadinya di lokasi.

"Gus Yahya ingin dawuh (berpesan) kepada kita semua, sebagai orang tua kita," ujar sang orator yang langsung disambut kesunyian khidmat oleh massa.

Dalam sambungan telepon itu, Gus Yahya meminta massa untuk bersikap tawakal. 

"Aspirasi sahabat-sahabat sudah disampaikan. Dan sekarang kita pasrahkan, kita meminta kepada Allah agar dibukakan hati semua orang," ucap Gus Yahya.

Ia meminta massa menyabarkan hati dan kembali ke rumah masing-masing dengan tertib.

Mendengar perintah tersebut, massa yang tadinya beringas perlahan merapikan barisan dan membubarkan diri.

Duduk Perkara: Skandal Rp622 Miliar

Penahanan ini merupakan babak baru penyidikan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024.

Gus Yaqut sewaktu menjabat Menteri Agama RI diduga secara sepihak membagi 20.000 kuota tambahan dengan porsi 50:50, yang dinilai menabrak aturan prioritas jemaah reguler.

Berdasarkan audit BPK, praktik ini diduga merugikan negara hingga Rp622 miliar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini