Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno menegaskan bahwa revitalisasi fasilitas digital di Politeknik STIA LAN Bandung merupakan langkah strategis yang wajib dilakukan.
- Hal ini penting untuk menjawab rendahnya literasi digital ASN, yang baru mencapai 34,23 persen secara nasional.
- Romy menyebut kampus kedinasan tertua sejak 1960 itu sebagai “kawah candradimuka” pembentukan ASN profesional dan adaptif menghadapi era transformasi digital.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Malvyandie Haryadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno menegaskan bahwa revitalisasi fasilitas digital di Politeknik STIA LAN Bandung bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan strategis.
Hal ini diperlukan untuk menjawab tantangan rendahnya literasi digital aparatur sipil negara (ASN) di tingkat nasional.
“Dengan baru 34,23 persen ASN melek digital secara nasional, Politeknik STIA LAN Bandung harus menjadi pionir teaching factory dan laboratorium berstandar Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” ujar Romy dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
Romy sendiri bersama Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja di Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/3/2026) lalu ke Politeknik STIA LAN Bandung.
Romy menekankan, sebagai lembaga pendidikan kedinasan tertua yang berdiri sejak 1960, institusi ini memegang peran vital sebagai “kawah candradimuka” dalam membentuk profil ASN yang profesional dan adaptif terhadap era transformasi digital.
Baca juga: Daftar 10 Sekolah Dinas Gratis, Peluang jadi PNS hingga Uang Saku Bulanan: PKN STAN hingga Poltekim
Romy Soekarno adalah anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), mewakili daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VI.
Ia merupakan cucu Presiden pertama RI, Soekarno, sekaligus anak dari Rachmawati Soekarnoputri.
Politeknik STIA LAN Bandung
Lembaga pendidikan kedinasan di bawah Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang berfokus pada pengembangan ilmu administrasi dan manajemen pemerintahan.
Kampus yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat ini memiliki sejarah panjang sejak 1960-an dan kini tengah melakukan revitalisasi digital untuk mencetak aparatur sipil negara (ASN) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Target Serapan Lulusan dan Riset
Dalam kunjungannya, Romy mendorong Politeknik STIA LAN untuk mengembangkan co-creation kurikulum yang berbasis pada tracer study secara real-time. Langkah ini ditargetkan agar 90 persen lulusan dapat terserap dalam dunia kerja dalam waktu kurang dari enam bulan.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya produktivitas riset yang aplikatif. "Kami mendorong konversi riset minimal 30 kali per tahun, baik untuk kepentingan DPR maupun pemerintah pusat," tambahnya.
Roadmap Digital 2026–2029
Terkait aspek infrastruktur, revitalisasi fasilitas digital ini akan difokuskan pada pembangunan laboratorium digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan big data.
Pendanaan rencana ini diproyeksikan berasal dari optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta pengajuan anggaran pendidikan tinggi.
Penguatan Anggaran
Guna mendukung visi menjadi think tank kebijakan publik kelas dunia, Politeknik STIA LAN juga ditargetkan memperluas kolaborasi internasional dengan sasaran 50 MoU aktif dan 15 mitra global pada 2029.
Romy menyatakan komitmennya untuk mengawal alokasi anggaran khusus demi memastikan keberlanjutan program revitalisasi ini. Menurutnya, pembenahan fasilitas di lembaga pendidikan kedinasan merupakan investasi jangka panjang bagi birokrasi Indonesia.
“Revitalisasi fasilitas digital di kawah candradimuka ini adalah investasi langsung bagi birokrasi yang efektif, adaptif, dan melayani rakyat,” pungkas Romy.
Baca tanpa iklan