News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nyaris Jadi Dubes Aljazair, Sodik Mudjahid Bongkar Alasan Prabowo Tugaskan di Baznas

Penulis: Reza Deni
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BAZNAS RI — Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid saat memaparkan visi dalam acara Z-TALK: Zakat Menguatkan Indonesia di Kantor Baznas RI, Jakarta Timur, Senin (16/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sodik blak-blakan mengungkap dirinya sempat direkomendasikan menduduki posisi Duta Besar di Aljazair dan Maroko sebelum akhirnya menerima mandat Presiden Prabowo untuk mengelola zakat umat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, membeberkan dinamika menarik di balik penunjukan dirinya memimpin lembaga pengelola zakat periode 2026–2031.

Di balik pelantikannya, terungkap bahwa Sodik sempat menerima berbagai tawaran posisi strategis, mulai dari panggung Pilkada hingga pos diplomasi di luar negeri.

Sodik menceritakan bahwa selepas Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, namanya sempat mencuat untuk dipasangkan dengan Ridwan Kamil pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2025.

Namun, peta politik berubah.

Sodik kemudian mendapatkan rekomendasi dari jajaran elit Partai Gerindra untuk menduduki kursi Duta Besar (Dubes).

"Rekomendasi Pak Dasco (Ketua Harian Gerindra) itu duta besar di Aljazair, begitu. Pak Muzani (Sekjen Gerindra), duta besar di Maroko, begitu," ungkap Sodik di Kantor Baznas RI, Jakarta Timur, Senin (16/3/2026).

Alasan Pilih Baznas: Demi Bantu Prabowo

Meski tawaran pos diplomatik di Afrika Utara tersebut sangat prestisius, Sodik memilih jalan lain.

Ia merasa pengabdiannya akan lebih maksimal jika ia tetap berada di lingkaran dalam untuk membantu langsung agenda Presiden Prabowo Subianto.

"Maka akhirnya saya ditugaskan di Baznas," tegas Sodik.

Keyakinan Sodik untuk mengelola Baznas didasari oleh kedekatan emosional dan pengalamannya mendampingi Prabowo Subianto selama dua dekade terakhir.

Ia menilai penugasan ini memiliki misi kemanusiaan yang sangat dalam.

"Saya bersama Bapak Presiden itu hampir 20 tahun. Saya tidak hanya melihat dan mendengar, tetapi merasakan sekali bagaimana komitmennya terhadap rakyat kecil," tuturnya.

Sodik menambahkan bahwa Presiden berkomitmen penuh menjaga aset negara untuk kepentingan rakyat.

Dalam konteks itulah, ia diberi mandat memimpin Baznas guna memperkuat dua pilar utama pemerintah: pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan rakyat.

Baca juga: Prabowo Ungkap Alasan RI Tak Keluar dari BoP: Berjuang Demi Palestina

Proses DPR

Langkah Sodik menuju kursi Ketua Baznas ini sebelumnya telah melalui proses formal di Parlemen.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini