Prabowo dan Megawati mendiskusikan pentingnya sense of priority dan sense of urgency dalam pengambilan kebijakan negara.
"Demikian juga terkait persoalan geopolitik, khususnya kepeloporan Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika (KAA), Gerakan Non-Blok, hingga peran membangun tata dunia baru melalui politik luar negeri bebas aktif," jelas Hasto.
Baca juga: Pengamat Sebut Pertemuan Prabowo dan Megawati Bukan Sekadar Silaturahmi: Ada Konteks Lebih Besar
Bahkan, Megawati juga sempat menceritakan pengalamannya dalam kunjungan terakhir ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi kepada Presiden Prabowo.
Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan melihat pertemuan ini sebagai manifestasi dari kultur bangsa Indonesia, yakni gotong royong.
Menurutnya, dialog dan musyawarah antarpemimpin bangsa adalah hal yang sangat diperlukan demi kepentingan rakyat dan negara.
"Pertemuan antarpemimpin bangsa sebagaimana terjadi dengan Presiden Prabowo dan Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri selain sesuai dengan kultur bangsa untuk saling berdialog, juga ditujukan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," tandasnya.
Baca tanpa iklan