News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mensos Gus Ipul Dorong Penguatan Program dan Layanan Sosial di Momen Pasca Lebaran

Editor: Content Writer
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RAPIM KEMENSOS - Menteri Sosial Gus Ipul menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) usai libur Idulfitri 1447 Hijriah pada Rabu (25/3/2026). Rapat digelar secara hybrid di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat dan dihadiri oleh seluruh pimpinan pada masing-masing direktorat.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Sosial usai libur Idulfitri 1447 Hijriah pada Rabu (25/3/2026). 

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa pasca Lebaran 2026 menjadi momentum untuk kembali bekerja dengan semangat dan disiplin baru. Maka itu, ia berharap seluruh jajarannya dapat memberikan pelayanan yang makin kuat. 

Ia mengatakan, berbagai program dan layanan yang diberikan harus tepat sasaran dengan kecepatan layanan serta akuntabilitas dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

"Pasca-Lebaran ini harus menjadi awal percepatan kerja yang lebih disiplin, lebih bersih, dan lebih berdampak. Semua program, data, pengawasan, dan layanan harus bermuara pada satu tujuan, yakni melindungi, menguatkan, dan memuliakan masyarakat," kata Gus Ipul saat rapat yang digelar secara hybrid di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat ini. Rapat ini turut dihadiri oleh seluruh pimpinan pada masing-masing direktorat.

Baca juga: Silaturahmi Lebaran ke Para Kiai Tapal Kuda, Gus Ipul Sampaikan Salam Presiden

Gus Ipul juga mengingatkan bahwa tidak boleh ada ego sektoral di tubuh Kemensos dalam bekerja. Dia menekankan, seluruh unit harus bekerja dalam satu irama yang sama untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Satu orkestrasi terhubung satu dengan yang lain. Untuk para direktur, cobalah untuk sering mengobrol, tidak hanya (secara) formal. Untuk yang tugasnya tampak bersinggungan, saya minta benar-benar duduk bersama cari solusi, cari koordinasi, cari cara untuk mengintegrasikan program. Tolong konkretkan dan tolong jadikan satu policy (kebijakan) yang nanti berdampak nyata di tengah-tengah masyarakat," tegasnya.

Selain konsolidasi internal Gus Ipul juga menyampaikan, Kemensos harus segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen. Ia mendorong agar disiapkan solusi transisi yang layak, aman dan bermutu bagi daerah yang belum memiliki gedung sekolah permanen dengan memanfaatkan aset atau fasilitas yang tersedia.

"Kemudian, perlu percepatan evaluasi pemerataan SDM Sekolah Rakyat secara jujur, mana yang sudah cukup, mana yang masih kurang guru, mana yang kurang wali asuh, wali asrama, tenaga administrasi dan tenaga pendukung lainnya," jelasnya.

Selanjutnya, terkait rehabilitasi sosial (rehsos), Gus Ipul meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Rehsos memberikan layanan kepada lansia, penyandang disabilitas, anak, korban napza, dan kelompok rentan lainnya harus dilakukan dengan pendekatan manusiawi, berbasis keluarga, dan berbasis komunitas.

Ia menekankan, standar layanan, etika pendampingan dan mutu intervensi harus dijaga agar upaya memulihkan harkat, fungsi sosial, dan harapan hidup kelompok rentan dapat benar-benar terasa.

Baca juga: Usai Salat Idulfitri, Gus Ipul Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Sentuh Bansos

Gus Ipul menegaskan, sentra-sentra di beberapa provinsi merupakan ujung tombak layanan Kemensos. Ia pun meminta agar seluruh sentra tidak hanya menjadi tempat pelayanan administratif, melainkan harus menjadi pusat layanan terpadu yang aktif, responsif, dan solutif.

"Sentra harus menjadi simpul yang menghubungkan perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan dan pelayanan kedaruratan. Perlu penegasan kembali peran setiap sentra sesuai kebutuhan wilayah dan kelompok sasaran. Sentra harus punya fokus yang jelas, pelayanan yang terukur, dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai sentra berjalan rutin, tetapi kehilangan makna strategisnya," ungkap Gus Ipul. 

Pengelolaan sentra, lanjut dia, juga harus bergerak dari pola pasif menjadi pola jemput bola. Gus Ipul ingin agar sentra harus mampu membaca persoalan sosial di wilayah kerja masing-masing, membangun jejaring dan menghadirkan intervensi yang tepat.

"Perlu penguatan kolaborasi dengan pemda, pilar-pilar sosial, komunitas dan lembaga, masyarakat. Ukuran keberhasilan bukan hanya penyerapan anggaran, tapi perubahan nyata dalam kehidupan penerima manfaat," tegasnya. 

Adapun terkait perlindungan dan jaminan sosial Gus Ipul menyampaikan, bansos harus makin tepat sasaran, tepat waktu, transparan dan mudah diakses masyarakat. Dia meminta agar aduan yang disampaikan oleh masyarakat harus ditangani secara cepat, sederhana, dan solutif.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini