News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tanggal 29 Maret 2026 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Filateli Nasional

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Ayu Miftakhul Husna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERINGATAN 29 MARET 2026 - Foto ini diambil dari laman aceh.kemenag.go.id pada Minggu (29/3/2026). Tanggal 29 Maret 2026 memperingati 2 peringatan penting yaitu Hari Filateli Nasional dan Hari Minggu Palma.

Ringkasan Berita:

  • Tanggal 29 Maret 2026 memperingati 2 peringatan dengan latar belakang yang berbeda.
  • Dua peringatan pada tanggal 29 Maret 2026 yaitu Hari Filateli Nasional dan Hari Minggu Palma.
  • Kedua peringatan ini menunjukkan bahwa satu tanggal dapat memuat nilai sejarah, budaya, dan keagamaan yang penting bagi masyarakat.

TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 29 Maret 2026 menjadi hari yang sarat makna karena diperingati melalui dua momen penting yang berasal dari latar belakang berbeda, yaitu sejarah dan keagamaan. 

Di Indonesia, tanggal ini diperingati sebagai Hari Filateli Nasional.

Hari Filateli Nasional adalah sebuah peringatan yang mengangkat nilai sejarah komunikasi melalui prangko sekaligus menghargai para kolektor yang menjaga jejak peradaban dalam bentuk kecil namun bermakna.

Filateli tidak sekadar hobi, tetapi juga menjadi jendela pengetahuan yang merekam perjalanan bangsa, tokoh penting, hingga peristiwa bersejarah dari masa ke masa.

Di sisi lain, tanggal yang sama juga bertepatan dengan peringatan Minggu Palma (Palm Sunday) bagi umat Kristiani di seluruh dunia.

Hari ini menjadi simbol penting dalam perjalanan iman, karena menandai masuknya Yesus ke Yerusalem yang disambut dengan penuh sukacita oleh masyarakat. 

Minggu Palma bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga menjadi awal dari Pekan Suci yang penuh refleksi, mengingatkan tentang pengorbanan, kesetiaan, serta makna pengharapan dalam kehidupan spiritual. 

2 Peringatan Penting pada Tanggal 29 Maret 2026

1. Hari Filateli Nasional

Hari Filateli Nasional diperingati setiap 29 Maret sebagai bentuk penghargaan terhadap dunia filateli, yaitu kegiatan mengoleksi dan mempelajari prangko serta benda-benda pos lainnya. 

Istilah filateli berasal dari bahasa Yunani, yakni philos yang berarti teman dan ateleia yang berarti bebas bea, dikutip dari https://dishub.kukarkab.go.id/.

Baca juga: Daftar Tanggal Merah April 2026, Ada 3 Hari Libur Long Weekend

Secara sederhana, filateli berkaitan dengan sistem pengiriman surat yang telah dibayar sebelumnya melalui prangko sebagai bukti pelunasan biaya kirim.

Sejarah filateli di Indonesia bermula pada 29 Maret 1922, ketika para kolektor prangko berkumpul di Batavia (kini Jakarta) dan membentuk sebuah komunitas bernama “Postzegelverzamelaars Club Batavia”. 

Perkumpulan ini menjadi tonggak awal berkembangnya organisasi filateli di Indonesia. 

Seiring waktu, organisasi ini mengalami beberapa perubahan nama hingga akhirnya dikenal sebagai Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) pada tahun 1985.

Filateli kini tidak hanya terbatas pada mengoleksi prangko, tetapi juga mencakup berbagai benda terkait seperti sampul hari pertama (first day cover), carik kenangan, hingga mini sheet. 

Hobi ini tidak hanya bernilai koleksi, tetapi juga edukatif karena dapat membuka wawasan tentang sejarah, budaya, dan peristiwa penting dari berbagai negara.

2. Palm Sunday (Minggu Palma)

Selain Hari Filateli Nasional, 29 Maret 2026 juga bertepatan dengan peringatan Minggu Palma bagi umat Kristiani. 

Minggu Palma menandai awal pekan terakhir Yesus di bumi. 

Kedatangan Yesus disambut oleh masyarakat yang melambaikan daun palma dan berseru “Hosanna”, sebagai ungkapan harapan akan keselamatan, dikutip dari daysodtheyear.com.

Minggu Palma menjadi awal dari Pekan Suci, sebuah rangkaian peristiwa penting yang mengarah pada penyaliban dan kebangkitan Yesus. 

Meskipun disambut dengan sukacita, peristiwa ini juga mengandung pesan mendalam tentang pengorbanan dan perubahan sikap manusia.

Tradisi Minggu Palma telah berlangsung selama berabad-abad dan melibatkan berbagai kalangan, termasuk anak-anak. 

Sejak abad ke-4, anak-anak sudah ikut serta dalam prosesi dengan membawa dan melambaikan daun palma. 

Hingga kini, tradisi tersebut masih dilestarikan di berbagai gereja di seluruh dunia, bahkan sering dikemas dalam bentuk pawai, nyanyian, hingga drama singkat yang melibatkan generasi muda.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Hari Filateli Nasional

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini