News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Arahan Prabowo, Menkop Ungkap 3 Indikator Keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KOPDES MERAH PUTIH - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam acara Halalbihalal keluarga besar Kementerian Koperasi bertajuk ‘Memperkuat Silaturahmi, Menguatkan Sinergi’ yang digelar di Kantor Kementerian Koperasi, Kuningan, Jakarta, Senin (30/3/2026). (Fransiskus Adhiyuda)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono membeberkan tiga indikator utama yang menjadi tolok ukur keberhasilan program strategis Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah peran koperasi dalam memberantas praktik rentenir dan pinjaman online (pinjol) melalui penyaluran pembiayaan dengan bunga rendah sebesar 6 persen per tahun.

Ferry menegaskan bahwa indikator pertama adalah kemampuan Kopdes Merah Putih dalam menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah bagi masyarakat desa.

Dengan begitu, hal ini akan mengurangi beban hidup masyarakat di desa.

"Bagi kami di Kementerian Koperasi, indikator keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih yang pertama adalah bisa menjual barang dengan harga yang lebih murah," kata Ferry Juliantono dalam acara Halalbihalal di Kantor Kementerian Koperasi, Kuningan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Deputi Kemenkop Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Akuntabel di Koperasi

Indikator kedua, lanjut Ferry, berkaitan dengan fungsi lembaga keuangan mikro yang berada di bawah naungan Kopdes.

Koperasi diharapkan mampu memberikan skema permodalan dengan bunga yang relatif rendah dibandingkan suku bunga pasar, yakni di kisaran 6 persen per tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sehingga masyarakat dapat program kredit modal kerja untuk kegiatan produktif bagi warga desa dan anggota Kopdes.

"Bisa membantu pembiayaan dari kegiatan lembaga keuangan mikro yang ada di Koperasi Desa Merah Putih itu dengan tingkat suku bunga yang relatif rendah dibandingkan suku bunga yang berlaku," jelasnya.

Ferry menyebut, kehadiran bunga rendah ini merupakan strategi pemerintah untuk melindungi warga desa dari jeratan utang yang mencekik.

Apalagi, Presiden kerap memperhatikan rakyat Desa yang justru terjerat hutang untuk keperluan usaha dan kebutuhan hidup.

“Itu adalah untuk menjadikan alternatif bagi masyarakat supaya masyarakat tidak terjebak kepada praktik rentenir, pinjaman online, dan lain sebagainya," tegas Ferry.

Sementara indikator ketiga adalah peran Kopdes sebagai offtaker atau penyerap hasil produk masyarakat desa. Supaya, tata niaga hasil dari petani tidak jatuh kepada tengkulak dengan harga rendah.

Apalagi, gudang-gudang yang disiapkan disetiap Kopdes Merah Putih harus difungsikan untuk menampung hasil panen petani dan masyarakat.

Ferry menyatakan pihaknya tengah melakukan Rapat Pimpinan (Rapim) untuk mematangkan skema serap hasil produksi ini.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini