News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dewan Perdamaian

Tenaga Ahli KSP Respons Soal Pemerintah Gabung BoP Tanpa Konsultasi ke DPR

Penulis: Ibriza Fasti Ifhami
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BoP - Tenaga Ahli Kantor Staff Presiden (KSP), Ultha Levenia Nababan, saat ditemui usai menghadiri rilis survei nasional dan diskusi publik bertema Legitimasi Publik atas Perang Amerika-Israel dan Iran di Hotel Sari Pacifik Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). Ia mersepons soal langkah pemerintah gabung BoP

Sebab koalisi partai pendukung pemerintah saat ini memegang mayoritas kursi di parlemen.

"Kalau misalnya mau dibicarakan di DPR sebelumnya juga tidak ada masalah sebenarnya, karena DPR ini, kan koalisi Merah Putih semua. Jadi pasti diterima juga apa pun, pasti dikuasai oleh Presiden," tutur Komarudin.

Prabowo Soal Rp 17 Triliun di BoP

Presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal iuran masuk Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) buatan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Prabowo klarifikasi soal keanggotaan Indonesia dalam BoP.

Presiden RI menjelaskan jika Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk membayar iuran BoP sebesar 1 miliar dolar atau hampir Rp 17 triliun.

Hal itu disampaikan Prabowo saat diskusinya bersama jurnalis dan beberapa tokoh.

Prabowo menjelaskan konsep awal keanggotaan BoP yang terdiri dari dua pilihan agar bisa menjadi anggota tetap.

Pilihan pertama yaitu membayar iuran sebesar 1 miliar dolar.

Sementara pilihan kedua adalah mengirim pasukan perdamaian.

"Jadi dari awal konsep BoP itu mereka mengatakan bahwa boleh anggota yang ingin menjadi anggota Board of Peace boleh pilih dua. Kalau mau jadi anggota permanen ya berarti istilahnya mungkin premium member lah."

"Pokoknya you ada di situ diminta sumbangan 1 miliar dolar. Kemudian kita diminta Indonesia bisa enggak nyumbang pasukan? Saya mengatakan bisa. Pasukan perdamaian bisa."

"Jadi kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar," kata Prabowo dalam sesi diskusinya dengan para jurnalis dan tokoh pada Selasa (17/3/2026), dilansir kanal YouTube Najwa Shihab.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini