News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mengapa Paskah Identik dengan Telur? Simak Asal-usul dan Maknanya

Penulis: Nurkhasanah
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PASKAH - Ilustrasi telur paskah. Simak alasan mengapa Paskah identik dengan telur, ketahui asal-usul dan maknanya.

Orang-orang "pagan" Eropa (istilah yang digunakan untuk menyebut orang-orang yang mempraktikkan berbagai tradisi non-Kristen) memandang telur sebagai simbol regenerasi yang datang bersama musim semi. 

Umat Kristen awalnya meminjam citra ini dan menerapkannya bukan pada regenerasi bumi, melainkan pada Yesus Kristus. 

Hal ini juga diperluas pada kehidupan baru para pengikut Kristus yang setia.

Telur itu sendiri menjadi simbol kebangkitan. 
Sama seperti Yesus bangkit dari kubur, telur melambangkan kehidupan baru yang muncul dari cangkang telur. 

Dalam tradisi Ortodoks, telur dicat merah untuk melambangkan darah yang ditumpahkan Yesus di kayu salib. 

Sekilas tentang Paskah

Mengutip laman Iman Katolik, paskah merupakan suatu perayaan untuk mengenang kebangkitan Kristus. 

Pada hari ini, gereja di seluruh dunia merayakan kemenangan Kristus atas maut dengan doa dan pujian kemenangan.

Jika Natal menandai kelahiran Kristus sebagai anak Allah yang turun ke bumi, Paskah merayakan kebangkitan-Nya.

Hari raya Paskah mengakhiri masa persiapan Paskah selama 40 hari, yang dilalui dengan doa dan puasa, mengenang minggu-minggu sengsara Kristus (Lent). 

Baca juga: Warna Liturgi Paskah dan Maknanya, Lengkap dengan Tema Perayaan

Minggu-minggu sengsara ini dimulai dengan Rabu Abu (Ash Wednesday) dan berakhir pada Sabtu suci (Holy Saturday), sehari sebelum Paskah. 

Umat Katolik membubuhkan tanda salib di dahinya dengan abu, sebagai tanda berduka cita atas dosa-dosanya. 

Minggu-minggu sengsara dimaksudkan untuk mengenang masa puasa Kristus di padang gurun selama 40 hari sebelum memulai misinya di dunia. 

Umat Katolik mencoba untuk menghilangkan kebiasaan buruk dengan menahan diri tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan atau memakan makanan kesukaannya pada waktu minggu sengsara. 

Minggu terakhir sebelum Paskah, dimulai dengan Minggu Palma (Palm Sunday) hingga hari minggu Paskah, disebut sebagai minggu suci (Holy week).

Dalam Pekan Suci, umat Kristen, terutama Kristen Katolik, memperingati kematian dan kebangkitan Yesus dari kubur. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini