News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Khutbah Jumat, 10 April 2026: Mengelola Stres dengan Iman dan Sabar

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KHUTBAH JUMAT - Umat muslim melaksanakan salat Jumat pertama di bulan Ramadhan 1445 H di Masjid Agung Jami Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (15/3/2024). Berikut teks khutbah Jumat, 10 April 2026 berjudul Mengelola Stres dengan Iman dan Sabar yang bisa disampaikan saat shalat Jumat hari ini. SURYA/PURWANTO

Al-Qurtubi menafsirkan bahwa ujian adalah sunatullah. Jadi Allah tidak pernah berjanji bahwa orang beriman akan hidup tanpa masalah. Tidak. Justru Allah bilang, pasti diuji. Maka orang yang kuat bukan orang yang hidupnya paling ringan, tetapi orang yang paling benar cara memikul bebannya.

Di sinilah sabar menjadi penting. Sabar bukan berarti diam tanpa ikhtiar. Sabar bukan memendam semuanya sampai hancur. Sabar adalah tetap waras, tetap tertib, tetap menjaga lisan, dan tetap taat di tengah tekanan.

Jemaah yang dirahmati Allah Swt,

Allah Swt sudah memberi arahan yang sangat jelas:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ.

“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 153).

Dalam tafsir Ibn Katsir, ayat ini dipahami sebagai bimbingan Allah agar hamba-Nya menghadapi kesulitan dengan sabar dan salat, karena keduanya menguatkan hati dan meneguhkan jiwa. Di ayat lain, Allah Swt juga berfirman:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (Q.S. Ar-Ra’d [13]: 28).

Dari ayat ini, menurut at-Tabari, hati menjadi tenang saat kembali mengingat janji, rahmat, dan kekuasaan Allah. Nah, ini selaras juga dengan penelitian Harold G. Koenig, seorang psikiater terkemuka yang dikenal atas penelitian komprehensifnya mengenai kaitan antara agama, spiritualitas, dan kesehatan. Dalam bukunya, Handbook of Religion and Health, ditinjau bukti empiris dampak positif praktik keagamaan/spiritual terhadap kesehatan mental, fisik, dan manajemen stres.

Demikian pula disampaikan oleh Kenneth Pargament tentang religious coping, yang menjelaskan bahwa doa, makna hidup, dan kedekatan spiritual bisa membantu manusia lebih kuat menghadapi tekanan. Jadi sabar, salat, dan zikir bukan cuma nasihat indah. Itu benar-benar cara agar jiwa tidak mudah runtuh.

Jemaah yang berbahagia,

Kita bisa meneladani kesabaran Nabi Ya’qub a.s. Beliau kehilangan anak yang sangat dicintainya. Dukanya panjang, rindunya panjang, ketidakpastiannya juga panjang. Namun Al-Qur’an tidak menggambarkan Nabi Ya’qub sebagai sosok yang kalah oleh kesedihan. Justru dari lisannya keluar kalimat agung:

فَصَبْرٌ جَمِيلٌ.

“Maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku).” (Q.S. Yusuf [12]: 18).

Lalu beliau juga berkata:

اِنَّمَآ اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ.

“Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q.S. Yusuf [12]: 86).

Lalu dari kisah yang sama, Nabi Ya’qub juga mengingatkan:

وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini