TRIBUNNEWS.COM - Beredar tangkapan layar yang disebut sebagai tulisan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyindir Indonesia lantaran mendukung Iran, viral di media sosial.
Dalam konten tersebut, Trump dinarasikan tengah menyindir Indonesia yang penduduknya mayoritas penganut Sunni dengan menyebut mendukung rezim Syiah Iran.
Masyarakat Indonesia dianggap membela Iran karena semata-mata diserang oleh Israel dan AS.
Diketahui, Iran diserang oleh AS dan Israel untuk pertama kalinya pada 28 Februari 2026 lalu.
"Mayoritas masyarakat Indonesia Sunni, kan? Dan dalam bertahun-tahun, Anda mendengar tanpa henti bagaimana Syiah adalah 'salah', 'berbahaya', dan 'banyak bicara'."
"Tapi sekarang? Tiba-tiba mereka (masyarakat Indonesia) mendukung rezim Syiah di Iran hanya karena musuhnya adalah Israel dan Amerika. Menakjubkan sekali cara kerjanya! Sangat berbanding terbalik. Tidak ada konsistensi, tidak ada prinsip, semuanya hanya tentang politik," demikian tulisan yang dinarasikan telah dituliskan oleh Trump dikutip pada Kamis (9/4/2026).
Trump juga dinarasikan menuding Indonesia sebagai negara plin-plan dan munafik.
"Mengucapkan satu kata kemarin, lalu melakukannya dengan berbeda hari ini. Sangat munafik. Presiden Donald J.Trump," demikian tertulis dalam narasi tersebut.
Baca juga: Perang AS-Israel Vs Iran Buat Rusia Cuan, Pendapatan Minyak Tembus 9 Miliar Dolar dalam Sebulan
Namun, Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa konten tersebut adalah hoaks.
Konten tersebut dianggap sebagai upaya pihak tertentu untuk memicu perpecahan antar masyarakat.
"Beredar konten berupa rekayasa cuitan yang seolah berasal dari Donald Trump. Cuitan tersebut menyebut Indonesia mayoritas Sunni dan mendukung rezim Syiah Iran, serta membenturkan antarumat Islam."
"Konten ini merupakan bentuk disinformasi yang tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi memicu perpecahan sosial dan merusak kerukunan," demikian pernyataan dari akun resmi @cekfakta.ri.
Adapun pengumuman ini disampaikan setelah dilakukannya pencarian melalui seluruh akun media sosial resmi milik Trump seperti di Instagram, X, atau Truth Social.
"Tidak terdapat cuitan resmi dari Presiedn Amerika Serikat sebagaimana yang beredar," Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa konten tersebut merupakan hasil rekayasa dan penyuntingan," katanya.
Baca juga: Respons Presiden Iran usai Israel Gempur Lebanon: Perundingan Jadi Tak Berarti
Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi.
Baca tanpa iklan