News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mengenal Bapak Pramuka Indonesia: Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Penulis: Muhammad Alvian Fakka
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Setiap tanggal 12 April terdapat peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia yang tahun ini jatuh pada hari ini Minggu (12/4/2026).

Jika di Inggris ada Bapak Pandu Dunia yakni Lord Baden Powell, di Indonesia memiliki Bapak Pramuka Indonesia yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Pengukuhan Bapak Pramuka Indonesia bermula dari diperkenalkannya Gerakan Pramuka sebagai organisasi kepanduan di Indonesia untuk pertama kali pada 14 Agustus 1961.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX di nobatkan sebagai Ketua Kwartir Nasional (Ka. Kwarnas) yang pertama setelah Ir. Soekarno Presiden Republik Indonesia, menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961.

Menurut sumber resmi Pramuka, sejak saat itu Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat sebagai Kwarnas selama empat periode berturut-turut, mulai periode 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974.

Kemudian pada Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1988 di Dili (ibu kota Provinsi Timor Timur; saat ini negara Timor Leste) yang mengukuhkan gelar Bapak Pramuka Indonesia kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Tidak hanya itu, ia juga menerima “Bronze Wolf Award”, sebuah penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM). 

Selain dianugrahi gelar Bapak Pramuka Indonesia, Sultan juga sering mendapat sebutan Pandu Agung karena sosoknya yang mencerminkan seorang guru dan panutan bagi Pramuka Indonesia.

Lantas, bagaimana profil Sri Sultan Hamengku Buwono IX?

Selengkapnya berikut biografi singkat Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang Tribunnews.com rangkum dari berbagai sumber berikut.

Profil Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah modern Indonesia, seorang raja yang tidak hanya mewarisi tahta Kesultanan Yogyakarta, tetapi juga mendedikasikan seluruh hidupnya bagi tegaknya kedaulatan Republik Indonesia. 

Baca juga: Disambut Sri Sultan di Yogya, Presiden Lanjut Bertolak ke Magelang Resmikan Pabrik Mobil Listrik

Dikenal dengan semboyan "Tahta untuk Rakyat", beliau merupakan sosok unik yang mampu menyatukan nilai-nilai tradisi kebangsawanan Jawa dengan semangat demokrasi modern yang progresif. 

Peranannya sangat krusial, mulai dari masa revolusi kemerdekaan hingga stabilisasi politik di era Orde Baru, menjadikannya figur "pemersatu" yang dihormati baik oleh kawan maupun lawan politik.

Masa Muda Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Mengutip dari Buku Biografi Pahlawan Nasional Sultan Hamengku Buwana IX terbitan Dekdikbud tahun 1998, beliau lahir dengan nama Gusti Raden Mas (GRM) Dorojatun pada 12 April 1912 di Yogyakarta.

Ia adalah putra dari Sultan Hamengku Buwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini