News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Aktivis KontraS Disiram Air Keras

5 Kali Operasi hingga Cangkok Kulit, Andrie Yunus Perlu Dirawat 4 Bulan Lagi

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KONDISI ANDRIE YUNUS — Kolase foto dua terduga pelaku penyerangan air keras di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam (kiri), dan kondisi Andrie Yunus saat menjalani perawatan intensif di RSCM Jakarta (kanan). Sebulan pascakejadian, Andrie dilaporkan masih harus menjalani perawatan serius dan serangkaian operasi lanjutan setelah melewati lima operasi awal.

Mereka berjalan kaki menyusuri titik-titik yang diduga menjadi lokasi penguntitan, dimulai dari Kantor YLBHI hingga berakhir di jembatan di Jalan Talang. Di setiap titik perhentian, Fatia menjelaskan ihwal apa yang terjadi di tempat itu jelang penyiraman.

Suasana haru menyelimuti aksi saat doa bersama dipanjatkan di depan rumah sakit.

Fatia berharap Andrie dapat segera kembali pulih untuk kembali berjuang bersama rekan-rekan aktivis lainnya.

"Dan kita sama-sama berdoa untuk kesembuhannya Andrie agar bisa segera pulih bisa bersama lagi dengan kita bisa sama-sama lagi memperjuangkan keadilan sama kita,” tutup Fatia.

Tuntutan TGPF dan Aktor Intelektual

KASUS ANDRIE YUNUS - Penampakan 16 sosok orang tak dikenal (OTK) hasil temuan investigasi independen Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/4/2026). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Meski empat oknum anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI telah ditetapkan sebagai tersangka atas serangan terhadap aktivis HAM Andrie Yunus dan diproses di Oditurat Militer Jakarta, publik menilai kasus ini belum tuntas. 

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) bahkan mengidentifikasi adanya 16 orang tak dikenal (OTK) yang diduga terlibat.

Perwakilan aksi, Hema, menegaskan tiga tuntutan utama kepada pemerintah:

  1. Kepada Presiden Prabowo Subianto: Segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).
  2. Kepada Mahkamah Konstitusi: Mempercepat putusan JR UU TNI terkait peradilan umum.
  3. Kepada Komnas HAM: Melakukan penyelidikan pro-justisia.

“Bukan hanya penangkapan pelaku penyiraman, akan tetapi juga pengungkapan aktor intelektual di balik percobaan pembunuhan dan kejahatan terorganisir ini,” tegas Hema di lokasi aksi.

Hingga kini, publik terus mengawal pemulihan Andrie sembari menanti janji penuntasan kasus dan pengungkapan aktor intelektual di balik tragedi memilukan ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini