News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Aktivis KontraS Disiram Air Keras

5 Kali Operasi hingga Cangkok Kulit, Andrie Yunus Perlu Dirawat 4 Bulan Lagi

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KONDISI ANDRIE YUNUS — Kolase foto dua terduga pelaku penyerangan air keras di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam (kiri), dan kondisi Andrie Yunus saat menjalani perawatan intensif di RSCM Jakarta (kanan). Sebulan pascakejadian, Andrie dilaporkan masih harus menjalani perawatan serius dan serangkaian operasi lanjutan setelah melewati lima operasi awal.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA   Perjuangan panjang harus dilalui Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, untuk pulih dari serangan brutal air keras yang menimpanya. Hingga kini, aktivis pembela HAM tersebut masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, dengan kondisi medis memprihatinkan.

Mantan Koordinator KontraS yang juga bagian dari Tim Advokasi untuk Demokrasi, Fatia Maulidiyanti, mengungkapkan bahwa Andrie menderita luka bakar serius di sekujur tubuh hingga mencapai 20 persen. 

Serangan menggunakan asam sulfat pekat tersebut mengakibatkan kerusakan masif pada jaringan kulit dan organ penglihatan.

"Hari ini dan masih dalam perawatan intensif," ujar Fatia di depan RSCM, Minggu (12/4/2026).

Dampak Asam Sulfat: Bola Mata Rusak

SOLIDARITAS ANDRIE YUNUS - Mantan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti (kanan), saat berorasi di jembatan Jalan Talang, Salemba, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026). Lokasi ini merupakan titik terjadinya penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. (Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow)

Fatia menjelaskan bahwa cairan kimia tersebut memicu kerusakan parah, terutama pada bagian indra penglihatan.

Kondisi ini membuat Andrie terancam kehilangan penglihatan permanen di mata kanan, bahkan kerusakan yang terjadi disebut hingga membuat bola mata mengalami kehancuran.

Selain mata, luka bakar serius juga mengenai wajah dan sejumlah bagian tubuh lainnya.

Satu sisi wajah dilaporkan mengalami luka berat, sementara sisi lainnya terkena percikan air keras. 

Hingga saat ini, Andrie diketahui telah menjalani sekitar lima kali operasi, termasuk prosedur skin graft atau cangkok kulit.

“Untuk kulitnya sudah dijalankan operasi skin graft jadi penambalan dari kulit paha ke sekujur badannya di bagian dada leher dan lengan gitu,” ucap Fatia.

Mengingat kompleksitas luka yang dialami, Andrie dipastikan akan menjalani pengobatan jangka panjang di bawah pengawasan ketat tim medis RSCM.

“Jadi, Andrie akan masih tetap menjalani pengobatan sampai dengan beberapa bulan ke depan, dan empat bulan lagi juga Andrie rencananya akan kembali dioperasi matanya begitu,” ucapnya.

Baca juga: Setelah Kasus Tewasnya Siswa saat Ujian Praktik, Polisi Terjunkan Polwan untuk Trauma Healing

Simbol Pita Pink di Jembatan Talang

AKSI SOLIDARITAS – Sejumlah aktivis dari gabungan masyarakat sipil mengikat pita pink di sisi Jembatan Jalan Talang, Salemba, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026), lokasi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Aksi ini menjadi simbol solidaritas sekaligus aspirasi tuntutan atas kejahatan yang menimpa Andrie. (Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow)

Di tengah perjuangan medis yang berat tersebut, gelombang solidaritas terus mengalir bagi Andrie Yunus.

Jembatan Jalan Talang di Salemba kini dipenuhi puluhan pita merah muda (pink) yang diikatkan oleh elemen masyarakat sipil pada Minggu pagi. Aksi ini menjadi simbol harapan sekaligus pengingat atas kekejaman penyiraman air keras yang terjadi di lokasi tersebut.

Fatia bersama sejumlah masyarakat sipil memimpin rangkaian aksi jalan bertajuk "Langkah Keadilan untuk Andrie".

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini