TRIBUNNEWS.COM - Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal, Jawa Tengah, KH Muhammad Fatwa turut menghadiri acara silaturahmi dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Amodi di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, serta para pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Agenda utama pertemuan ini adalah membahas situasi terkini di kawasan Timur Tengah serta peran strategis Indonesia, khususnya kalangan pesantren, dalam mendorong perdamaian dunia.
Fatwa menyampaikan pesantren memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Islam yang moderat dan cinta damai.
Ia menegaskan para kiai dan santri harus terus menjadi bagian dari solusi dalam menjaga harmoni dan mendorong terciptanya perdamaian global.
“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga pusat pembinaan akhlak dan nilai-nilai perdamaian."
"Kami mendukung penuh upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga stabilitas dunia,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis.
Baca juga: Kemenhaj Pastikan Distribusi Koper Jemaah Haji Tepat Waktu Jelang Keberangkatan
Jelang Musim Haji, Konflik Harus Dihentikan
Dalam kesempatan itu, Fatwa berharap perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran harus dihentikan seiring dengan masuk musim haji yang akan segera dimulai.
"Momen haji adalah waktu yang sangat sakral, mulia dan agung bagi umat Islam, yang pelaksanaannya berada di dua Tanah Suci di Saudi Arabia," ungkapnya.
"Oleh karenanya, semua negara harus menjadikan Arab Saudi sebagai negara yang aman dan tidak ada gangguan sedikit pun, yang akan berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026," sambungnya.
Fatwa juga menyoroti koordinasi solid antara Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Indonesia yang dinilai semakin matang demi kenyamanan seluruh jemaah.
Keamanan Arab Saudi Dinilai Kian Canggih
Dalam keterangannya, Fatwa memberikan pujian khusus kepada Arab Saudi atas dedikasinya dalam menjaga aspek keamanan.
Menurutnya, standar keamanan yang diterapkan tahun ini memberikan ketenangan batin bagi calon jemaah haji dari seluruh dunia, khususnya Indonesia.
"Kami melihat lompatan besar dalam sistem keamanan dan manajemen massa yang disiapkan oleh Pemerintah Saudi. Integrasi teknologi dan pengawasan di lapangan memastikan bahwa aspek keselamatan jemaah menjadi prioritas utama," ujarnya.
Baca tanpa iklan