Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menambahkan, forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi global sekaligus bertukar praktik terbaik antarnegara.
Dengan lebih dari 400 peserta dari 44 negara, kongres ini menegaskan bahwa tantangan pemasyarakatan bukan lagi isu domestik, melainkan persoalan global yang membutuhkan pendekatan baru.
Indonesia, melalui model berbasis kearifan lokal, kini mulai menempatkan diri sebagai salah satu rujukan.
Di tengah berbagai persoalan sistem pemasyarakatan dunia, pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan ini menjadi harapan baru bahwa proses pembinaan tidak hanya mengubah perilaku, tetapi juga mengembalikan manusia ke masyarakat secara utuh.
Baca tanpa iklan