Program Umrah Gratis dari Kapolri Sasar Guru PAUD hingga Buruh Tani Kurang Mampu
Ringkasan Berita:
- Umrah gratis gelombang ke-3 ini menyasar warga yang benar-benar membutuhkan dan memiliki dedikasi tinggi di bidangnya masing-masing
- Mereka antara lain guru PAUD, ustadzah TK-TPA, hingga buruh tani yang kurang mampu
- Selain umrah gratis, ada pula renovasi rumah gratis. Salah satu penerima manfaat adalah guru ngaji di palembang yang rumahnya hampir roboh dan istrinya sakit
Willem Jonata/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM - Melalui Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI), sejumlah profesi mulai dari guru PAUD, ustadzah TK-TPA, hingga buruh tani yang kurang mampu, mendapatkan kesempatan umrah gratis ke Tanah Suci Mekkah.
Ketua MPPI, Zandre Badak, mengungkapkan bahwa program pemberangkatan umrah gratis gelombang ke-3 ini menyasar warga yang benar-benar membutuhkan dan memiliki dedikasi tinggi di bidangnya masing-masing.
Program ini merupakan bentuk kepedulian Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bagi masyarakat kurang mampu.
Baca juga: Bakat Melukis Bikin Anak Pemulung Ini Viral, Dapat Bantuan dari Penasihat Kapolri
"Pemberangkatan umrah gratis dari Bapak Kapolri ini terbagi dalam beberapa jadwal sesuai agen travel di daerah masing-masing, yakni pada 21 Maret, 21 Juni, dan 21 Juli 2026," ujar Zandre dalam keterangannya kepada awak media seperti diberitakan, Senin (20/4/2026).
Selain ibadah umrah, bantuan juga diberikan dalam bentuk renovasi rumah (bedah rumah) bagi warga yang memiliki hunian tidak layak atau terdampak bencana.
Salah satu penerima manfaat adalah seorang guru ngaji di Palembang yang kondisi rumahnya hampir roboh, sementara istrinya sedang terbaring sakit akibat lumpuh.
"Selain umrah dan bedah rumah, Bapak Kapolri juga memiliki program lain seperti ziarah Hollyland ke Yerusalem bagi umat Kristiani, serta renovasi rumah ibadah baik musala maupun gereja," tambah Zandre.
Zandre menambahkan bahwa seluruh program ini merupakan komitmen nyata Polri untuk terus menjalin kedekatan dengan rakyat.
Melalui bantuan ini, diharapkan masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dapat mewujudkan impian beribadah sekaligus memiliki hunian yang layak dan nyaman.
"Harapan kami melalui program ini, masyarakat dapat menunaikan ibadah dan memiliki rumah yang layak huni. Ini semua adalah bagian dan wujud nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat yang membutuhkan," tegas mantan manajer artis tersebut.
Melalui langkah mitigasi sosial ini, Polri berharap dapat terus meningkatkan literasi kepedulian antar sesama dan memastikan bahwa negara, melalui aparat penegak hukumnya, senantiasa memperhatikan kesejahteraan masyarakat kecil.
Baca tanpa iklan