TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB Ace Hasan Syadzily menyambangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Kamis (23/4/2026).
Kedatangannya ke markas lembaga antirasuah tersebut ditujukan untuk mendampingi langsung para peserta pendidikan Lemhannas guna memperdalam nilai-nilai integritas dan praktik pemberantasan korupsi.
Baca juga: Disebut Ikut Campur Urusan Parpol, KPK: Usulan Batasi Jabatan Ketum Berasal dari Aspirasi Kader
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, Ace Hasan tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 09.59 WIB dengan menumpangi mobil Toyota Hiace.
Dalam kunjungannya ini, ia datang bersama Sekretaris Utama (Sestama) Lemhannas, Komjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.
Baca juga: Guntur Romli PDIP Kritik Usulan KPK Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol: Bentuk Intervensi
Begitu turun dari kendaraan, keduanya langsung disambut oleh Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK, Yonathan Demme Tangdilintin, untuk kemudian masuk ke dalam gedung dan melakukan audiensi.
"Kita mau mengantar para peserta pendidikan Lemhannas, sedang mendapatkan pendidikan dari KPK terkait integritas dan pendidikan antikorupsi," ujar Ace Hasan kepada awak media sesaat setelah tiba di lokasi.
Usai melakukan persamuhan dengan KPK, Ace menjelaskan bahwa rombongan yang ia bawa adalah 110 peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan ke-69.
Para peserta tersebut terdiri dari berbagai latar belakang strategis, mulai dari calon perwira tinggi TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga elemen masyarakat sipil.
Ia menekankan bahwa kurikulum di Lemhannas dirancang tidak hanya untuk mempertajam wawasan kebangsaan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun karakter antikorupsi.
"Kami tentu memiliki target dari proses pendidikan ini bukan hanya sekadar memahami tentang situasi geopolitik dan konsensus kebangsaan, tetapi juga mampu mencetak para calon pimpinan nasional yang memiliki integritas dan antikorupsi," terang Ace.
Selama berada di KPK, para peserta dijadwalkan melihat langsung bagaimana sistem kerja pemberantasan korupsi dijalankan.
Mereka diajak berkeliling untuk melihat proses penyelidikan, pendidikan antikorupsi, hingga mengunjungi Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan).
Ace berharap, melalui peninjauan langsung ini, komitmen antikorupsi para peserta dapat tercermin dalam perilaku mereka saat lulus dan memegang jabatan strategis nantinya.
"Tentu ini adalah bagian agar para peserta bisa melihat bagaimana proses bekerjanya para pendekar-pendekar antikorupsi di lembaganya. Ini adalah cara yang terbaik bagi Lemhannas dan juga bagi KPK dalam konteks pencegahan, untuk menjawab tugas kita semua dalam menjaga agar korupsi tidak terjadi," ujarnya.
Baca tanpa iklan