“Saya merasa orang ini sebelum mewujudkannya lebih baik turun saja," paparnya.
Ia menilai, menjaga demokrasi merupakan parameter utama dalam mengukur kemajuan sebuah bangsa.
“Tidak ada yang lebih baik daripada demokrasi. Parameter kemajuan sebuah bangsa adalah demokrasi," imbuhnya.
Dalam penjelasannya, Saiful juga menyebut bahwa pergantian kekuasaan tidak hanya melalui mekanisme formal seperti pemakzulan di parlemen, tetapi juga dapat melalui partisipasi politik masyarakat.
“Impeachment ini… berlangsung lewat pressure, lewat partisipasi politik dari masyarakat. Aksi, demonstrasi… semuanya dijamin," terang dia.
Ia menegaskan bahwa aksi massa merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara dalam sistem demokrasi.
Adapun seruan 'Jatuhkan Prabowo' diungkapkan Saiful saat menghadiri forum halal bihalal yang mengusung tema “Sebelum Pengamat Ditertibkan” di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa, (31/3/2026).
Kala itu, Saiful menilai bahwa Presiden RI Prabowo Subianto sulit untuk dinasehati. Namun, proses pemakzulan atau impeachment tidak bisa dijalankan. Sehingga, jalan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia adalah dengan menjatuhkan Prabowo.
“Alternatifnya bukan prosedur formal impeachment. Itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, 'bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo?' Hanya itu,” ucap Saiful.
“Hanya itu. Kalau menasehati Prabowo, enggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itu bukan menyelamatkan Prabowo, Itu menyelamatkan diri kita dan bangsa ini. Terima kasih."
Video pernyataan Saiful Mujani pun beredar viral di media sosial, terlebih setelah diunggah ulang oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia melalui akun Instagram pribadinya @leveenia pada Jumat (3/4/2026) lalu.
Bahkan, dalam unggahannya, Ulta Levenia menyebut terang-terangan bahwa pernyataan Saiful sebagai makar.
"NGERIIIII INI UDAH LUAR BIASA PROFOKASI-NYA, INI BISA DISEBUT MAKAR. JAGA NKRI" demikian nukilan caption atau takarir unggahan Ulta Levenia.
Saiful Mujani —bersama Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi— lantas dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri atas dugaan penghasutan dan ajakan makar (perbuatan atau usaha menyerang keamanan negara, menggulingkan pemerintah yang sah, atau membunuh kepala negara).
Aneh
Baca juga: Feri Amsari Soroti Kriminalisasi Kritik: Warga Marah Dicap Makar, Ini Aneh
Feri Amsari mengungkap, tudingan makar yang dituduhkan kepada Saiful Mujani adalah hal yang aneh. Sebab, menurutnya, saat ini warga negara dengan begitu mudahnya dianggap makar.
Baca tanpa iklan