News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Khutbah Jumat, 24 April 2026: Kembali Membaca, Kurangi Scroll yang Sia-Sia

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KHUTBAH JUMAT - Umat muslim melaksanakan salat Jumat pertama di bulan Ramadhan 1445 H di Masjid Agung Jami Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (15/3/2024). Khutbah Jumat, 24 April 2026 mengangkat tema Kembali Membaca, Kurangi Scroll yang Sia-Sia. SURYA/PURWANTO

Tentu kebiasaan scrolling yang tidak punya tujuan baik tidak hanya membuang waktu, tetapi juga mengganggu fokus kita dalam menjalani tugas sehari-hari, baik berupa pekerjaan, ibadah, maupun tanggung jawab keluarga. Tanpa sadar, kita bisa kehilangan perhatian terhadap hal-hal yang lebih penting, seperti menjaga hubungan dengan keluarga dan mendidik anak.

Oleh sebab itu, agar kita tidak terjebak ke dalam budaya scrolling yang sia-sia, maka penting bagi kita untuk menetapkan tujuan awal sebelum membuka media sosial. Perlu kita buat asesmen semisal informasi apa yang ingin kita cari atau pahami hari ini? Dengan tujuan yang jelas semacam ini, maka kita bisa lebih selektif dalam menyaring konten dan menghindari informasi yang justru melemahkan konsentrasi. Alih-alih menjadi korban arus algoritma, kita bahkan bisa memanfaatkan platform digital sebagai sarana untuk menambah wawasan dan memperkuat nilai-nilai yang kita pegang.

Ini sejalan dengan penekanan Al-Qur’an mengenai indikator orang-orang beriman yang beruntung, yakni ketika mereka mampu berpaling dan menjauh dari perbuatan-perbuatan yang tidak berguna, seperti terlalu lama dan sering scrolling media sosial. Allah berfirman:

. قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ * الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ * وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ.

“Sungguh beruntunglah orang-orang mukmin. (Yaitu) orang yang khusuk dalam salatnya, dan orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.” (Q.S. Al-Mu’minun [23]: 1-3).

Merujuk penjelasan Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur’anil Adzim, jilid V, halaman 462, menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak berguna mencakup perbuatan syirik, maksiat, serta segala ucapan dan tindakan yang tidak memberikan manfaat apa-apa. Maka orang beriman yang beruntung adalah mereka yang berhasil menjauhkan dirinya dari semua itu,

Rasulullah saw juga menggarisbawahi tanda kesempurnaan Islam seseorang terletak pada kemampuan meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat pada dirinya. Beliau bersabda:

. مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ.

“Sebagian dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (H.R. at-Tirmidzi).

Sidang Jum’at yang berbahagia,

Islam hadir di tengah masyarakat jahiliah dengan semangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah saw adalah perintah untuk membaca "Iqra'!" (Bacalah!).

Maksud perintah membaca di sini sebenarnya bukan sekadar membaca teks di media sosial, melainkan membaca Al-Qur'an, menelaah kitab-kitab para ulama, mempelajari ilmu pengetahuan, serta membaca tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.

Allah Swt berfirman dalam surat Az-Zumar [39] ayat 9:

. قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ.

"Katakanlah (Nabi Muhammad), apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)? Sebenarnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran." 

Melalui ayat ini Allah Swt menganjurkan hambanya untuk banyak membaca karena orang yang banyak membaca akan lebih banyak memiliki pengetahuan. Orang yang berpengetahuan tentu berbeda dengan dengan orang-orang yang tidak belajar atau banyak membaca. Allah menyebut orang yang banyak membaca dan mengambil pelajaran sebagai ululalbab, yaitu oorang yang berakal sehat.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Melalui momentum Hari Buku Sedunia tanggal 23 April ini, mari instropeksi. Lakukan kontrol diri dalam menggunakan waktu yang tidak produktif seperti scrolling yang terlalu sering dan lama, tanpa arah dan tujuan yang jelas, bisa menjadi bentuk nyata dari berpaling dari tujuan yang utama. Mari kita kembali membangun tradisi membaca buku dan berorientasi pada kemajuan peradaban umat Islam dengan cara, di antaranya:

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini