الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةَ
"Haji yang mabrur tidak ada balasan lain baginya kecuali surga." (HR Bukhari dan Muslim)
Menurut hadits ini, Nabi menyebutkan bahwa haji mabrur adalah ibadah yang sangat agung nilainya di sisi Allah, karena langsung dijanjikan surga sebagai balasannya.
Seperti apa ciri ciri haji yang mabrur?
1. Diniatkan dengan ikhlas karena Allah
Haji bukan untuk pamer, bukan karena status sosial, tapi karena ketaatan kepada perintah Allah.
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya…” (HR Bukhari dan Muslim)
Adanya niat ikhlas karena Allah adalah fondasi dari ibadah haji. Tanpa keikhlasan, haji bisa menjadi perjalanan fisik belaka tanpa nilai ibadah yang sejati. Maka, penting bagi setiap muslim yang ingin berhaji untuk meluruskan niatnya hanya karena Allah semata.
2. Dilaksanakan sesuai tuntunan Nabi SAW sebagaimana sabdanya :
خُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ
"Ambillah dariku tata cara manasik kalian." (HR Muslim)
Menunaikan haji sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW berarti menjadikan beliau sebagai pedoman dalam setiap aspek ibadah haji. Dengan mengikuti cara beliau, seorang muslim menunjukkan ketaatan yang sejati, menjaga kemurnian ibadah, dan berharap agar hajinya diterima oleh Allah dan menjadi haji mabrur.
3. Menjaga diri dari rafats, fusuq, dan jidal.
Menjaga diri dari rafats, fusuq, dan jidal selama haji merupakan perintah langsung dari Allah untuk menjaga kesucian dan kekhusyukan ibadah haji. Ibadah haji bukan hanya sekadar menjalankan manasik, tapi juga latihan spiritual untuk menjadi manusia yang lebih sabar, bersih dari dosa, dan berakhlak mulia. Inilah jalan untuk meraih haji mabrur—haji yang diterima oleh Allah dan berdampak nyata dalam perubahan hidup.
Baca tanpa iklan