News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Prabowo Ingin Hilirisasi Diperluas ke Sektor Pertanian dan Perikanan

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERTEMUAN - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala Danantara Rosan Roeslani di Hambalang Bogor, Jawa Barat, Jumat, (24/6/2026).

Ringkasan Berita:

  • Bahas rencana program hilirisasi yang akan dibangun di 13 lokasi di Indonesia
  • Akan ada investor yang akan menginvestasikan dananya di Indonesia pada sektor pengolahan sampah menjadi energi
  • Prabowo ingin program hilirisasi tidak hanya pada sektor energi dan mineral saja sebagaimana yang selama ini telah dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala Danantara Rosan Roeslani di Hambalang Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/6/2026).

Rapat tersebut membahas sejumlah hal di bidang hilirisasi dan investasi.

“Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara Bapak Rosan Perkasa Roeslani di kediaman Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 24 April 2026,” dikutip dari Sekretariat Kabinet.

Dalam rapat tersebut dibahas mengenai rencana program hilirisasi yang akan dibangun di 13 lokasi di Indonesia.

“Dalam pertemuan tersebut dibahas perkembangan program hilirisasi yang berikutnya akan dibangun segera pada 13 lokasi di Indonesia,” tulisnya.

Baca juga: Menanti Komitmen Prabowo pada Reformasi Polri, Hasil Rekomendasi Sudah Jadi tapi Tak Segera Disikapi

Sementara itu, terkait investasi disebutkan bahwa akan ada investor yang akan menginvestasikan dananya di Indonesia pada sektor pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy.

“Kemudian Sumber Daya Mineral serta Industri Agrikultur, Padat Karya dan Garmen,” katanya.

Dalam pertemuan, Presiden Prabowo menyampaikan keinginannya agar program hilirisasi tidak hanya pada sektor energi dan mineral saja sebagaimana yang selama ini telah dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas.

“Tetapi juga harus diperluas di bidang pertanian dan perikanan,” katanya.

Pecepat Proyek Pengelolaan Sampah

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta jajarannya agar proyek pengelolaan sampah, Waste to Energy untuk dipercepat.

Hal itu disampaikan Presiden saat menerima Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani dalam rapat di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/3/ 2026) malam. 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo ingin percepatan pengelolaan sampah menjadi energi dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya kota besar padat penduduk.

Baca juga: Volume Produksi Memadai, Presiden Prabowo Restui Ekspor 250 Ribu Ton Urea ke Australia

“Kepala Danantara Bapak Rosan Roeslani melaporkan perkembangan program Waste To Energy (WTE) atau program pengelolaan sampah menjadi energi di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di kota-kota besar dan padat penduduk seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Bali, dan kota lainnya di Indonesia,” ujar Seskab Teddy.

Teddy menjelaskan bahwa program WTE tersebut diharapkan menjadi solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini belum tertangani secara optimal. 

Selain itu, program ini akan mendukung penyediaan energi alternatif yang berkelanjutan.

Seskab Teddy menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menginginkan langkah cepat dan terintegrasi dari pemerintah pusat untuk menangani persoalan sampah di daerah.

Kepala Negara berharap agar timbunan sampah yang telah lama menjadi permasalahan dapat segera dibersihkan, dihilangkan, dan dimanfaatkan menjadi sumber energi, khususnya energi listrik.

“Presiden Prabowo menginginkan Pemerintah Pusat segera mengelola sampah-sampah yang telah lama tidak tertangani dengan baik di daerah untuk segera dibersihkan, dihilangkan, dan dimanfaatkan untuk menjadi energi terutama energi listrik,” katanya.

Pemerintah, menurutnya, ingin membangun sistem pengelolaan sampah modern berbasis teknologi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya domestik yang ramah lingkungan.

Dengan pendekatan hilirisasi yang terintegrasi, program Waste to Energy diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong kota-kota di Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini