Dia berharap insiden di Bekasi Timur menjadi pelajaran terakhir dengan biaya yang begitu besar bagi bangsa ini.
“Negara maju seperti Jepang, Inggris, dan Spanyol pernah mengalami kecelakaan kereta namun mereka menjadikannya momentum revolusi sistem keamanan. Indonesia juga harus demikian. Pasca insiden Argo Bromo Anggrek, kita tidak boleh lagi ada toleransi terhadap standar keselamatan yang setengah-setengah. Kami akan pastikan anggaran yang diberikan benar-benar terpakai untuk mempercepat modernisasi perkeretaapian kita,” tutup Syaiful Huda.
Baca tanpa iklan